Nadiem Akui Sulitnya Belajar Jarak Jauh Saat Pandemi Corona

Kesulitan yang dialami guru dan siswa akan menjadi masukan bagi Kemendikbud dalam menerapkan pendidikan secara online.
Image title
Oleh Rizky Alika
6 Mei 2020, 18:50
pendidikan, nadiem makarim, pandemi corona, covid-19, virus corona
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Nadiem menyebut belajar jarak jauh sulit diterapkan saat pandemi corona.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut sistem belajar jarak jauh sulit diterapkan saat pandemi corona. Sebab, banyak kendala yang terjadi dalam proses belajar mengajar.

Salah satu kendalanya yaitu akses internet dan listrik yang tidak merata hingga ke daerah. Padahal, konektivitas penting untuk mencapai pemerataan pendidikan.

Selain itu, terdapat kendala sumber daya manusia terutama di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T). Padahal, SDM sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.

"Bahkan di kota-kota pun banyak yang masih tertinggal," ujar Nadiem dalam Konferensi Akademi Edukreator di Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (6/5).

Biarpun begitu, Nadiem menilai kendala tersebut bisa menjadi umpan balik bagi kementerian, dinas, dan sekolah untuk membuat sistem belajar secara online.

Mantan CEO Gojek tersebut mengajak berbagai lembaga dan lintas kementerian untuk berkolaborasi membangun sistem pendidikan. Apalagi, pendidikan menjadi prioritas pada masa pandemi ini.

(Baca: Hari Pendidikan Nasional, Nadiem: Banyak Pelajaran dari Covid-19)

Ia menambahkan, sejumlah inovasi mulai tercipta dari pihak sekolah, seperti mengunjungi rumah murid satu per satu. Kemudian, kondisi tersebut juga mendorong pemangku kepentingan untuk mengembangkan alat pembelajaran berbasis digital.

Bagi perguran tinggi, masa pandemi corona menjadi kesempatan untuk mengembangkan penelitian di bidang kesehatan. "Ini sesuai dengan mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujar dia.

Founder Semua Murid Semua Guru Najeela Shihab menambahkan, kesenjangan akan terlihat saat mengakses pendidikan secara digital. Penggunaan teknologi yang belum merata di berbagai wilayah menjadi masalah menahun di Tanah Air.

"Masalah ini menjadi semakin nyata selama masalah pandemi," kata Najeela.

Oleh karena itu, ia menilai perlu ada akses yang baik terhadap teknologi dan ketersediaan perangkat elektronik di berbagai daerah. Selain itu, perlu ada peran dari keluarga, terutama orang tua dalam proses belajar mengajar.

"Kami harap peran orang tua dapat terus bertahan meski wabah berakhir," ujar dia.

(Baca: DPR dan Nadiem Makarim Sepakat UN Ditiadakan karena Pandemi Corona)

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait