Gubernur Anies Tak Berencana Lockdown Jakarta pada Akhir Pekan

Anies menegaskan pihaknya masih menjalankan PPKM sesuai instruksi pemerintah pusat untuk menekan kasus Covid-19.
Image title
5 Februari 2021, 18:47
anies basweda, jakarta, lockdown, karantina wilayah, ppkm, psbb, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) menyampaikan sambutan saat peluncuran Logo Jakarta Bermasker, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Anies menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak menerapkan karantina wilayah atau lockdown pada akhir pekan.

Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan membantah akan menerapkan lockdown atau karantina wilayah pada akhir pekan. Menurut dia, berita terkait hal tersebut hanya wacana yang berkembang di masyarakat dan media. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi pemerintah pusat. "Kami tidak dalam posisi mempertimbangkan, apalagi menetapkan lockdown pada akhir pekan di Jakarta. Hal itu tidak benar," kata Anies dilansir dari Youtube Pemprov DKI Jakarta pada Jumat (5/2).

Anies pun mengatakan pihaknya akan memastikan implementasi PPKM berjalan dengan baik dan tertib. Sehingga pembatasan kegiatan masyarakat dan protokol kesehatan yang berlaku dalamnya bisa dijalankan dengan tertib setiap saat.

Hal itu penting untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Apalagi menurut dia, virus corona tak kenal waktu dan bisa menginfeksi siapa saja. 

Dia pun kembali mengingatkan agar semua masyarakat mematuhi 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. Selain itu, dia meminta masyarakat tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak atau mendasar. 

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta akan terus melaksanakan testing, tracing, dan treatment (3T) untuk mencegah penularan virus corona, dan memastikan pasien Covid-19 segera pulih.

Perayaan Imlek di Rumah Saja 

Anies juga mengimbau masyarakat Jakarta yang merayakan Tahun Baru Imlek tidak keluar kota dan tetap di rumah. Pasalnya, bepergian ke luar kota dengan berkendara dalam waktu lama berpotensi tertular virus corona antar anggota keluarga.

Selain itu, dia meminta masyarakat tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian dan menjauhi aktivitas dengan interaksi antar sesama yang cukup tinggi. Hal itu penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Intinya tetap di rumah, hanya bepergian jika ada kebutuhan mendasar dan mendesak," kata Anies.

Jika masyarakat mematuhi hal tersebut, dia optimistis Jakarta segera terbebas dari Covid-19. Adapun DKI Jakarta masih tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus positif corona di Tanah Air. 

Pada Jumat (5/2), kasus Covid-19 di ibu kota bertambah 3.340. Sehingga total orang yang terinfeksi virus corona di provinsi itu mencapai 287.223. 

Adapun jumlah angka positif Covid-19 secara nasional bertambah 11.749. Dengan begitu, jumlah orang yang terpapar virus corona di seluruh Indonesia mencapai 1.134.854

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait