Bappenas Proyeksi Corona Terkendali September 2021, Bagaimana Caranya?

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus memvaksinasi minimal 70 juta orang demi mengurangi laju reproduksi efektif virus corona.
Image title
9 Februari 2021, 18:52
covid-19, virus corona, vaksin virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pras.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Akhir Tahun Kementerian PPN/Bappenas di Ubud, Gianyar, Bali, Senin (28/12/2020). Pemerintah optimistis pandemi corona mulai terkendali pada Septembr 2021.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memproyeksi pandemi corona di Indonesia bisa terkendali pada September 2021. Hal itu bisa terjadi jika reproduksi efektif virus corona ditekan dengan upaya vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan perhitungan bersama pemerintah dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, angka reproduksi efektif atau Rt di Indonesia harus turun ke angka 0,9 dari saat ini mencapai 1,2. Salah satu cara untuk menurunkan reproduksi efektif virus corona dengan program vaksinasi.

Dalam perhitungan Bappenas dan UI, pengendalian pandemi dapat dicapai jika 182 juta penduduk berusia di atas 18 tahun divaksinasi mulai 1 Maret 2021. Adapun untuk menurunkan Rt ke angka 0,9, diperlukan vaksinasi minimal mencakup sebanyak 39% dari parameter jumlah penduduk sebesar 182 juta atau sebesar 70,98 juta orang. 

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan gambaran, jika menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, efikasi yang dihasilkan sebesar 65% dari dua kali suntik dalam rentang waktu 14 hari. Itu berarti kekebalan tubuh terhadap virus corona sudah terbentuk pada 14 hari setelah suntikan kedua.

Di sisi lain, jumlah vaksinator di Indonesia mencapai 31 ribu orang atau satu petugas bisa menyuntikkan vaksin sebanyak 30 orang. Sehingga total diperkirakan ada 930 ribu suntikan per hari.

Apabila kegiatan vaksinasi berjalan mulus, lanjut dia, maka jumlah vaksin yang disuntikkan mencapai 141,9 juta suntikan kepada 70,9 juta orang dengan target vaksinasi tercapai dalam 167 hari atau sekitar lima hingga enam bulan dari Maret 2021.

“Maka target vaksinasi untuk pengendalian, dalam rangka menekan laju pertambahan kasus supaya Rt tercapai di bawah satu yaitu 0,9, bisa dicapai September tahun ini,” kata Monoarfa dilansir dari Antara pada Selasa (9/2).

Meski demikian, proyeksi itu hanya untuk pengendalian penularan Covid-19 di Indonesia, bukan untuk proyeksi pencapaian kekebalan kelompok atau herd immunity. Untuk mencapai kekebalan kelompok, pemerintah harus memvaksinasi 70% penduduk Indonesia. 

Saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 269 juta orang. Itu berarti, jumlah orang yang harus divaksinasi mencapai 188,3 juta penduduk yang berusia di atas 18 tahun.

Jumlah tersebut dikurangi dengan kelompok masyarakat yang memiliki komorbid, penyintas Covid-19, dan ibu hamil yang mencapai 7,2 juta. Sehingga target vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok sebesar 181,5 juta penduduk.

Jika dihitung dari vaksinasi pertama pada 13 Januari 2021, Monoarfa optimistis herd immunity dapat tercapai dalam 15 bulan atau pada Maret 2022.

“Mudah-mudahan kita capai dalam waktu 15 bulan. Faktornya ialah kecepatan dari sisi ketersediaan vaksin,” kata dia.

Berdasarkan estimasi Bappenas, lanjut dia, kebutuhan dosis vaksin untuk memenuhi 181,5 juta penduduk mencapai 426,8 juta dosis ditambah dengan 15% vaksin cadangan. Sedangkan jumlah pasokan yang sudah diamankan pemerintah mencapai 663,5 juta dosis vaksin.

Ia merinci vaksin yang sudah diamankan pemerintah dengan potensi jumlah vaksin dan jumlah pemesanan (binding/firm order) untuk Sinovac mencapai masing-masing 100 juta dosis dan 125,5 juta dosis dengan estimasi vaksin tersedia hingga Maret 2022.

Kemudian AstraZeneca dengan masing-masing 50 juta dosis diperkirakan ada di Indonesia pada kuartal II-2021 hingga kuartal I-2022. Novavax mencapai masing-masing 50 juta dosis dan 80 juta dosis diperkirakan tiba Juni 2021-Maret 2022.

Selanjutnya, Pfizer masing-masing 50 juta dosis yang diperkirakan tiba kuartal III-2021 hingga kuartal I-2022. Selain itu, vaksin Covax/Gavi masing-masing mencapai 54 juta dosis yang diperkirakan tiba di Tanah Air pada kuartal II-2021 hingga kuartal I-2022.

Sehingga potensi jumlah vaksin dan jumlah pemesanan masing-masing mencapai 334 juta dosis dan 329,5 juta dosis vaksin. Sehingga secara total mencapai 663,5 juta dosis vaksin.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait