IHSG Diprediksi Turun karena Corona, Saham Perbankan Jadi Rekomendasi

Analis memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini turun karena virus corona. Investor pun lebih memilih aset yang minim resiko
Image title
28 Februari 2020, 07:06
IHSG, saham, bursa efek indonesia, virus corona
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi, karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). IHSG pada perdagangan Jumat (28/2) diproyeksi terkoreksi karena wabah virus corona.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (28/2) diprediksi kembali tertekan setelah kemarin ditutup anjlok hingga 2,69% ke level 5.535. Penyebaran virus corona di luar Tiongkok menjadi sentimen negatif bagi investor pasar modal.

"Kekhawatiran akan semakin parahnya virus corona diperkirakan akan membayangi pergerakan," kata analis  Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan dalam riset tertulisnya.

Berdasarkan analisis secara teknikal, Dennies mengindikasi tren pelemahan masih cukup kuat dengan rentang level support pada level 5.481 hingga 5.425. Sedangkan peluang berada di area resistance  antara level 5.739 hingga 5.638.

Dennies pun menilai beberapa saham masih layak untuk dikoleksi investor pada perdagangan hari ini, di antaranya Sarana Menara Nusantara (TOWR), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Ciputra Development (CTRA)

Analis Reliance Sekuritas Indonesia lanjar Nafi mengatakan investor pasar modal pada hari ini akan fokus pada aset berisiko rendah alias safe haven. Sebab, wabah corona virus yang terus berkembang di luar Tiongkok.

Dia pun memproyeksi IHSG akan bergerak turun. "Aksi risk-off hampir di seluruh negara menjelang akhir Februari 2020," kata Lanjar.

(Baca: IHSG Anjlok 2,6% Dihantui Dampak Wabah Corona, Terendah dalam 3 Tahun)

Secara teknikal, lanjut Lanjar, bila IHSG tidak mampu kembali di atas level support terendah pada 2018, maka akan bergerak melemah untuk menguji support selanjutnya. Rentang pergerakan IHSG di akhir pekan ini diprediksi berada di kisaran 5.487-5.620.

Dengan mencermati faktor teknikal tersebut, Lanjar merekomendasikan beberapa saham, di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP), Bank Central Asia (BBCA), Barito Pacific (BPRT), Kalbe Farma (KLBF), Surya Citra Media (SCMA), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Hal senada juga disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama yang memperkirakan indeks berdasarkan teknikal akan bergerak melemah. "Mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area support," kata Nafan.

Area support pada perdagangan hari ini diprediksi berada pada rentang 5.491 hingga 5.476. Sedangkan rentang level resistance antara 5.623 hingga 5.669. Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Ciputra Development (CTRA), Mayora Indah (MYOR), Bukit Asam (PTBA), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Advertisement

(Baca: IHSG Anjlok ke 5.535, Saham Bank Paling Banyak Dilepas Asing)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait