Bulog Pastikan Cadangan Beras RI Aman Untuk Menghadapi Pandemi Corona

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebutkan cadangan beras pemerintah sangat mencukupi kebutuhan pangan nasional dalam menghadapi pandemi corona.
Image title
20 April 2020, 16:24
cadangan beras, bulog, pandemi corona
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.
Pekerja memanggul beras di gudang Bulog Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (31/3/2020). Perum Bulog menyatakan cadangan beras pemerintah sangat mencukupi dalam menghadapi ancaman pandemi corona.

Perum Bulog memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam menghadapi pandemi corona di Tanah Air. Menurut data Bulog, hingga 17 April 2020 cadangan beras yang tersisa mencapai 1,41 juta ton.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan rincian cadangan beras tersebut terdiri dari 1,35 juta ton beras pemerintah dan 56 ribu ton beras komersial. Nantinya beras tersebut akan digunakan untuk konsumsi selama masa pandemi berlangsung.

"Kami sampaikan bahwa posisi stok beras masih sangat mencukupi penyaluran kebutuhan pangan nasional dalam menghadapi ancaman Covid-19," kata dia dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (20/4).  

Selain beras, Budi menyebutkan cadangan beberapa bahan pokok lainnya dinilai masih aman termasuk beberapa komoditas yang mengandalkan impor. Rinciannya yakni gula pasir konsumsi  9.675 ton, daging kerbau 97 ton, dan minyak goreng 1.198 kilo liter.

(Baca: Harga Beras Sempat Naik, Mendag Klaim Stok Cukup untuk Lebaran)

Kendati demikian, rencana impor daging kerbau sebanyak 5.000 ton dari India pada Maret - Mei 2020 diperkirakan baru akan terealisasi pada tanggal 3 Mei mendatang karena terkendala kebijakan karantina wilayah atau lockdown di negara tersebut.

Adapun untuk pengadaan daging kerbau Bulog telah menerima surat persetujuan impor (SPI) sebayak 100 ribu ton. "Ada juga cadangan bawang merah 0,20 ton, bawang putih 29,69 ton dan telur ayam 79,73 ton," kata dia.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan mekanisme penjualan yang dilakukan Bulog di saat merebaknya pandemi ini dilakukan dengan cara daring (online) melalui e-commerce atau menghubungi pihak Bulog.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penularan virus corona dengan meminimalisasi pertemuan banyak orang. "Selanjutnya pembagian dilakukan dengan pengaturan jadwal untuk menghindari kerumunan," kata dia.

(Baca: Akademisi Sebut Musim Kemarau Buat Stok Beras Kritis pada Akhir 2020)

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menjamin stok pangan dalam negeri saat ini surplus. Dia menjelaskan bahwa persediaan 11 komoditas pangan seperti daging sapi, kerbau, ayam, serta telur cukup, bahkan surplus.  

Kementerian Pertanian (Kementan) pun akan berupaya untuk menjaga neraca pangan tersebut. "Tantangan yang akan dihadapi adalah krisis pangan sesudah Covid-19. Oleh karena itu kami akan bekerja," kata dia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (14/4). 

Meski ada keterlambatan impor pangan, Mentan memastikan stok domestik mencukupi kebutuhan pangan nasional. Ini terutama didukung oleh kerja sama kementerian/lembaga dan mitra lainnya.  

Dengan kondisi tersebut, dia berharap tidak ada masyarakat yang panik dan memborong bahan pangan maupun pedagang yang menimbun stok. "Jadi sampai Lebaran, stok dalam keadaan baik," ujar dia.

(Baca: Kementan Rancang ATM Beras Gratis untuk Masyarakat Miskin)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait