Masalah Baterai, Hyundai Tarik 82 Ribu Mobil Listrik Kona & Ioniq

Mobil yang ditarik di antaranya Hyundai Kona Electric dan Ioniq Electric, serta bus kota listrik yang diproduksi antara November 2017 hingga Maret 2020.
Image title
25 Februari 2021, 14:31
hyundai, mobil listrik, kona electric, ioniq electric
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.
Komisari PT PLN (Persero) Dudy Purwagandhi mengemudikan mobil listrik setelah diisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/12/2020). PT PLN (Persero) menguji coba kendaraan listrik berbasis baterai dengan rute perjalanan jarak jauh dari Jakarta menuju Bali dengan tujuan untuk melihat infrastruktur SPKLU yang sudah disiapkan oleh PLN agar para pengguna kendaraan listrik dalam menempuh perjalanan jarak jauh bisa aman dan nyaman.

Hyundai Motor Co. akan menarik sekitar 82 ribu mobil listriknya yang dijual secara global. Mobil-mobil yang ditarik termasuk Hyundai Kona Electric dan Ioniq Electric, serta bus-bus listrik yang diproduksi antara November 2017 hingga Maret 2020.

Penarikan ini setelah pemerintah Korea Selatan menemukan cacat pada baterai dua tipe mobil listrik Hyundai. Adapun baterai tersebut diproduksi oleh LG Energy Solution Co. di Tiongkok.

“Hasil temuan terkait hal ini menunjukkan bahwa mobil Hyundai Kona EV terbakar karena masalah pada sel baterai yang diproduksi di pabrik LG Energy di Nanjing,” tulis pernyataan Kementerian Transportasi Korea, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (25/2).

Ada 16 insiden kebakaran Kona Electric yang dilaporkan secara global karena masalah baterai ini, termasuk di Kanada dan Australia pada 2019. Salah satu insiden terjadi di Daegu, Korea, di mana sebuah mobil yang tengah diparkir di bawah tanah meledak.

Penarikkan dan penggantian sistem baterai 82 ribu mobil yang ditarik ini akan menelan biaya sekitar 1 triliun won atau sekitar US$ 899 juta (Rp 12,7 triliun). Sebelumnya pada akhir 2020 Hyundai juga sempat menarik lebih dari 50 ribu mobil Kona Electric karena masalah pada sistem elektronik pengereman.

Kemudian pada Oktober Hyundai juga menarik lebih dari 25 ribu mobil Kona Elektrik di Korea, yang diproduksi antara September 2017 hingga Maret 2020 karena masalah pada baterai yang menyebabkan kebakaran.

Penarikan hingga puluhan ribu kendaraan listrik terjadi di tengah kampanye besar-besaran Hyundai untuk Ioniq 5 yang menjadi model baterai-listrik pertama dari merek EV.

“Hyundai berencana untuk menjual 70 ribu kendaraan yang dibangun di atas platform khusus EV tahun ini dan 100.000 unit pada tahun 2022,” kata Presiden Hyundai Motor Co. Jaehoon Chang awal pekan ini.

Menurut SNE Research, Hyundai berhasil menjual 64 ribu mobil listrik pada 2019 dan 42 ribu pada 2018. Sementara hingga kuartal III 2020, Hyundai, bersama perusahaan afiliasinya, KIA, berhasil menjual 130 ribu mobil listrik.

Sementara itu Hyundai meluncurkan Kona Electric dan Ioniq Electric pada November 2020. Head Of Public Relations Hyundai Motors Indonesia (HMID), Uria Simanjuntak memastikan penarikan tidak termasuk mobil Kona dan Ioniq yang dijual di Indonesia.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Hyundai global, dan untuk produk yang di Indonesia aman,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (25/2).

Sejak diluncurkan, Hyundai Motors Indonesia telah berhasil menjual 81 unit Ioniq Electric dan 38 unit Kona Electric sepanjang 2020, dan hingga akhir Januari 2021 menjual 27 unit Ioniq dan 19 Kona.

Video Pilihan

Artikel Terkait