SKK Migas Sebut Proyek Lapangan Gas JTB Berpotensi Mundur Tahun Depan

SKK Migas tak menyebutkan apa penyebab mundurnya target onstream proyek lapangan gas JTB yang progresnya saat ini telah mencapai 95%.
Image title
12 November 2021, 17:15
skk migas, lapangan gas, proyek jtb
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pekerja beraktivitas di area Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) usai prosesi Tajak Sumur di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).

Pengembangan proyek lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) berpotensi mundur ke tahun depan. Awalnya proyek ini ditargetkan dapat onstream atau mulai berproduksi pada akhir tahun ini.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan pihaknya saat ini tengah berusaha mengejar tiga proyek migas tambahan di tahun ini untuk dapat onstream akhir tahun ini. Salah satunya yakni proyek JTB oleh Pertamina EP Cepu (PEPC).

Namun untuk proyek JTB sendiri, menurut Julius sangat berat untuk dapat onstream tahun ini. Meskipun menurut dia progress dari pembangunan proyek JTB sendiri sudah mencapai 95%.

"Ada kemungkinan (mundur) sudah progress 98-99% pun belum bisa start up untuk onstream. Saat ini progress JTB sudah 95% tetap kita usahakan semaksimal mungkin," kata Julius kepada Katadata.co.id, Jumat (11/12).

Selain JTB, dua proyek lain yang juga ditargetkan rampung akhir tahun ini yakni Proyek SP Bambu Besar (Asso) oleh PT Pertamina EP dan Bukit Tua Phase 3 oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd.

Proyek SP Bambu Besar diperkirakan memberikan tambahan produksi gas sebesar 7 juta standar kaki kubik per hari MMSCFD dan Bukit Tua Phase 3 dapat memberikan tambahan produksi 14 ribu bph minyak dan 30 MMSCFD gas. Ketiga proyek tersebut akan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 14 ribu bph dan gas 367 MMSCFD.

"Sampai akhir Oktober ini sudah onstream 12 Proyek, dan masih kita usahakan 2-3 lagi yang akan onstream pada kuartal IV 2021 ini," kata dia. Simak databoks berikut:

Sebelumnya, Pertamina EP Cepu (PEPC) terus mengupayakan agar proyek JTB dapat selesai pada akhir tahun ini. Pasalnya, pelaksanaan proyek yang sempat terkendala masalah fabrikasi ini secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 90%.

General Manager Zona 12 PEPC JTB, Charles L Tobing mengatakan perkembangan proyek JTB saat ini telah mencapai lebih dari 90%. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berupaya untuk mencapai target proyek sesuai dengan rencana.

"PEPC senantiasa menyampaikan informasi secara berkala terkait perkembangan proyek JTB, serta mengutamakan komunikasi yang baik antara PEPC, mitra kerja, dan seluruh pihak yang terlibat sebagai salah satu penentu keberhasilan proyek JTB," katanya.

Lebih lanjut, menurut dia perusahaan juga telah melaksanakan kewajiban dan pembayaran kepada PT Rekind selaku kontraktor proyek JTB sejak beberapa waktu lalu. Adapun proses pembayaran invoice tagihan dilakukan melalui sistem pembayaran yang diverifikasi sesuai proses bisnis yang berlaku di perusahaan.

Hal ini dilakukan guna memenuhi kriteria kebenaran penyajian laporan keuangan perusahaan berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait