SKK Migas: Proyek Gas Blok Masela dan Laut Dalam Molor Akibat CCUS

Penambahan fasilitas CCUS dalam rencana pengembangan dua proyek migas di Blok Masela dan IDD membuat proyek menjadi mundur, serta proses divestasi yang alot.
Muhamad Fajar Riyandanu
22 September 2022, 20:06
blok masela, migas, laut dalam, proyek migas, skk migas
Katadata

Proyek gas alam cair (LNG) Abadi Blok Masela dan Indonesia Deepwater Development (IDD) dipastikan molor dua tahun akibat pembengkakan nilai investasi untuk penambahan fasilitas penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (CCUS).

Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, mengatakan molornya target onstream dua proyek gas itu juga disebabkan oleh proses divestasi yang alot.

“Setahun dua tahun mundurnya. Asumsinnya onstream 2027 kalau lancar. Sekarang agak molor,” kata Benny saat ditemui usai acara IPA Convention 2022 ke-46 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (22/9).

Adanya tambahan fasilitas CCUS di Proyek LNG Masela berdampak pada biaya proyek yang membengkak sebesar US$ 1,4 miliar atau Rp 21 triliun. Kondisi tersebut berimplikasi pada molornya rencana pengembangan lapangan atau plant of development (PoD).

Advertisement

Perkembangan divestasi dari Shell untuk Blok Masela pun belum mencapai titik terang. Walau begitu, SKK Migas berupaya untuk menyelesaikan persetujuan PoD Blok Masela untuk penambahan fasilitas CCUS pada tahun ini.

Di sini lain, Benny optimis proyek IDD akan beroperasi lebih cepat. Alasannya, proses divestasi proyek laut dalam yang berlokasi di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur itu mulai berjalan mulus. Kementerian ESDM pun mengatakan proses divestasi itu dapat rampung pada akhir tahun ini.

“Kami sedang kejar sekarang. Tahun ini PoD harus selesai revisi, supaya proyek itu bergerak,” ujar Benny.

Sebelumnya diberitakan, Proyek migas Indonesia Deepwater Development atau IDD fase II dikabarkan akan dikelola oleh ENI. Perusahan migas asal Italia tersebut resmi mengambil hak partisipasi atau participating interest (PI) dari PT Chevron Pacific Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengaku pihaknya sudah menetapkan kontrak kerja sama (KKKS) yang bakal menggantikan posisi Chevron. Namun sayangnya, Arifin tak memberi keterangan lebih rinci. "Sudah fixed, lagi final. Jadi gak usah di-mention," kata Arifin pada Rabu (21/9).

Lebih lanjut, saat ini KKKS yang akan menggantikan Chevron sudah berada di lokasi wilayah kerja IDD, lengkap dengan fasilitas yang siap pakai. Arifin pun meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi yang akan diumumkan pada akhir tahun ini.

"Dia sudah ada di sana, fasilitasnya juga sudah bisa dipakai supaya investasinya bisa lebih efisien," tukas Arifin.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait