Tekanan Global Mereda Tahun 2019, OJK Prediksi Kredit Bisa Tumbuh 12%

"Tekanan akan lebih mild, tensi perang dagang mereda, proses normalisasi harus dijaga agar tidak menimbulkan masalah di negara berkembang," kata Wimboh.
Image title
20 Desember 2018, 08:35
Wimboh OJK
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 sebesar 12,23%, berdasarkan rencana bisnis bank (RBB). OJK menilai tekanan perekonomian global pada 2019 sudah lebih ringan dengan bank sentral Amerika Serikat (AS) diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga acuannya seagresif tahun ini.

"Mestinya tekanannya akan lebih mild. Selain itu tensi perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok diprediksi juga menurun pada tahun depan. Hanya saja, hal ini perlu dijaga, jangan sampai normalisasi menimbulkan masalah di negara berkembang seperti Indonesia," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di kantornya, Jakarta, Rabu (19/12).

Pertumbuhan kredit perbankan pada bulan November 2018 sebesar 12,05% melambat dibandingkan pertumbuhan Oktober sebesar 13,5%. Wimboh menilai hal tersebut dikarenakan faktor nilai tukar rupiah November yang lebih kuat pada level Rp 14.500 per dolar AS dibandingkan nilai tukar pada Oktober yang mencapai Rp 15.000.

(Baca: BTN Perkirakan Pertumbuhan KPR Tahun Depan Melambat )

Advertisement

"Tingginya pertumbuhan kredit bulan Oktober karena nilai tukar. Jadi kredit dalam denominasi valas, begitu nilai tukar sampai Rp 15.000, itu kan otomatis dikonversi dengan rupiah kan cukup tinggi," kata Wimboh.

Namun, untuk outstanding pertumbuhan kredit bulan Desember 2018, Wimboh optimis akan kembali naik dibandingkan bulan November, didorong oleh perusahaan yang banyak menarik pinjaman untuk kebutuhan akhir tahun. Sehingga, pertumbuhan kredit akhir tahun diperkirakan sebesar 13%.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menyampaikan, untuk kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) industri perbankan pada 2019 akan dijaga pada level 2,2%. Untuk tahun ini, NPL industri perbankan akan dijaga pada level 2,2% hingga 2,6%.

"Di akhir tahun, saya akan lebih optimis (NPL turun) karena pertumbuhan kredit di akhir tahun lebih tinggi. Kalau kredit tumbuh, NPL akan lebih turun," kata Heru.

(Baca: Ekonomi Masih Tumbuh, The Fed Naikkan Suku Bunga Amerika 25 Basis Poin)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait