Dorong Nelayan Naik Kelas, BUMN Perikanan Ekspor Perdana Gurita ke AS

Ekspor gurita Indonesia sepanjang 2020 lalu mencapai 2.151 ton, dengan nilai US$ 10,7 juta. Negara tujuan terbesar ekspor yaitu Amerika Serikat sebanyak 811 ton, Italia 294 ton dan Jepang 235 ton.
Image title
26 September 2021, 13:35
ekspor, perikanan, nelayan, bumn
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah nelayan membawa ember berisi ikan tangkapannya di Pelabuhan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Senin, (16/8/2021). Pada awal September 1808 pembangunan Jalan Raya Pos dilanjutkan ke ujung Timur Pulau Jawa termasuk Pelabuhan Panarukan karena perairan di Selat Madura dianggap berpeluang sebagai pendaratan pasukan Inggris.

Badan Usaha Milik Negara alias BUMN klaster pangan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus melakukan ekspor perdana gurita kemasan ke Amerika Serikat (AS). Upaya ini diharapkan bisa mengangkat kualitas hidup nelayan melalui distribusi penjualan hasil perikanan.

Perinus mengekspor gurita steam siap konsumsi (ready to eat) dan gurita dalam bentuk beku alias whole frozen volume 132 ton, atau sebanyak 6 container 40 feet ke Amerika Serikat (AS). Terobosan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Perinus Sigit Muhartono, serta Kepala Dinas Perikanan Pemprov Sulawesi Selatan Irsan Hapid, Sabtu (25/9) di Makassar.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mendorong pembangunan ketahanan pangan, terutama di industri perikanan Indonesia. Perusahaan-perusahaan BUMN diminta untuk memberikan dukungan maksimal agar para nelayan naik kelas, serta dukungan distribusi hasil tangkapan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

“Sejalan dengan arahan, BUMN klaster pangan sektor perikanan mewujudkannya dengan terus menyerap hasil tangkapan nelayan dan mendistribusikan hingga ke AS maupun negara lainnya,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Minggu (26/9).

Ekspor perdana gurita menambah daftar negara tujuan dan jenis produk perikanan yang diekspor Perinus. Untuk meningkatkan ketersediaan dan menjaga keberlanjutan, Perinus terus memperkuat perannya sebagai offtake hasil tangkapan nelayan, untuk memastikan stok, serta membantu nelayan naik kelas dan memiliki kepastian pasar.

Direktur Utama Perinus Sigit Muhartono mengatakan, ekspor perdana ke Amerika Serikat dilakukan dengan pre order atau PO tahap awal sebanyak 132 ton atau sekitar Rp 13 miliar. Sebelumnya, Perinus juga  melakukan ekspor produk gurita steam dan whole frozen ke Jepang.

Arief mengatakan, upaya ekspor gurita dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam memperkuat sektor perikanan nasional. Itu termasuk dengan peningkatan produktivitas, ekspor, serta pengembangan produk-produk perikanan bernilai tambah dan berkualitas. Dia juga menambahkan, ekspor perdana gurita ke Negeri Paman Sam menjadi awal baik untuk membuka peluang ekspor komoditas perikanan lainnya ke negara tersebut.

“Kegiatan ekspor di sektor perikanan merupakan salah satu penyumbang devisa negara, oleh karenanya perikanan menjadi salah satu lini bisnis BUMN klaster pangan yang sangat strategis," ujar Arief.

Selain itu, optimalisasi serta pengembangan berbagai potensi terus dilakukan, termasuk mengoptimalisasi potensi gurita di Sulawesi Selatan yang cukup besar. Gurita menjadi salah satu produk unggulan yang banyak diekspor dari Sulawesi Selatan.

“Sebelumnya, kami juga baru melepas ekspor perdana ke Tiongkok untuk produk ikan kaca piring sebanyak 12 ton. Dalam waktu dekat, Perinus akan melakukan ekspor perdana ke Tiongkok untuk produk ikan layur beku sebanyak 25 ton, dan ke Philipina untuk produk ikan Marlin,” ujar Sigit.

Sigit menambahkan, bertambahnya aktivitas ekspor tidak terlepas dari kesiapan sarana dan prasarana produksi yang mendukung. Itu diantaranya berupa Air Blast Frezer (ABF) kapasitas 119 ton per hari dan cold storage kapasitas 3.837 ton.

Menurut dia, aktivitas ekspor yang digenjot akan berkontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah, serta memperkuat sektor perikanan nasional. Di samping itu, ekspor juga diharapkan terus berkontribusi meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagai mitra strategis perusahaan.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kedepan peran Sulawesi Selatan akan semakin besar mendorong sektor perikanan. Hal itu seiring permintaan yang tinggi atas komoditas di sektor perikanan.

Berdasarkan data statistik, produksi perikanan Provinsi Sulawesi Selatan pada 2020 tercatat sebesar 4,1 juta ton. Capaian tersebut terdiri dari perikanan budidaya sebesar 3,7 juta ton dan perikanan tangkap sebesar 389,2 ribu ton.

Komoditas hasil tangkapan laut yang menjadi salah satu primadona selain tuna, yaitu komoditas gurita. Produksi gurita Sulawesi Selatan pada 2020 mencapai 529 ton dan pada semester I-2021, produksi gurita sebesar 240 ton atau baru 45% dibandingkan total capaian tahun lalu.

Adapun aktivitas ekspor gurita nasional pada 2020 mencapai 2,151 ton, dengan nilai sebesar US$ 10,7 juta dengan negara tujuan terbesar yaitu Amerika sebesar 811 ton, Italia 294 ton dan Jepang 235 ton. Sementara itu, per Juli 2021, ekspor gurita sudah melampaui capaian tahun lalu, menjadi 2.170 ton dengan nilai US$ 10,1 juta. Di mana negara tujuan ekspor terbesar yaitu Amerika sebanyak 986 ton.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait