3.800 Warga Positif Corona Berkeliaran, Menkominfo Minta Petugas Tegas

Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat berpergian apabila positif Covid-19.
Image title
Oleh Lavinda
17 September 2021, 06:20
Covid-19
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Pengunjung memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi saat akan memasuki pusat perbelanjaan Deli Park Mall di Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/8/2021).

Data aplikasi PenduliLindungi menunjukkan sebanyak 3.830 orang yang positif Covid-19 terpantau masih melakukan aktivitas di tempat-tempat umum, seperti mal, pabrik, pusat perdagangan, transportasi publik, dan tempat wisata.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menghindari aktivitas di ruang publik saat berstatus positif Covid-19. Hal ini perlu dilakukan agar tidak membahayakan orang lain. 

Dia menyampaikan pemerintah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di fasilitas publik dan Dinas Kesehatan tiap daerah untuk merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori hitam agar segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat.

“Pemerintah terus memantau dan menindak setiap individu yang terdeteksi sebagai kategori hitam atau bersatus positif Covid-19 dalam aplikasi PeduliLindungi, tetapi masih mencoba beraktivitas di ruang publik," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9). 

Johnny juga meminta para petugas yang berjaga di pintu masuk sejumlah ruang publik untuk memperketat pengawasan. Hal ini perlu dilakukan agar warga yang positif Covid-19 tidak lolos dari pemeriksaan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat berpergian apabila positif Covid-19, agar proses penyembuhan berlangsung optimal.

“Aktivitas di luar ruangan jelas sangat berisiko membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah meminta masyarakat untuk ikut meningkatkan kesadaran dan bertanggung jawab dengan menghindari risiko penularan ke orang lain,” katanya.

Menurut Johnny, pemerintah telah menjalankan berbagai upaya untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang pernah terjadi pada pertengahan Juni-Agustus 2021. Pada periode itu, peningkatan kasus bukan hanya disebabkan oleh penyebaran varian Delta, tetapi juga aktivitas sosial ekonomi yang tidak diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan gelombang Covid-19 selanjutnya berpotensi kembali terjadi. Terlebih, saat ini muncul ancaman varian-varian baru yang mungkin masuk dari luar negeri atau justru muncul dari dalam negeri yang mempengaruhi tingkat penularan dan kemanjuran vaksin.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. pandemi belum usai, tetap patuhi protokol kesehatan dan tingkatkan cakupan vaksinasi kita," ujarnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait