Siap-siap, 26 Perusahaan Antre IPO dan Mayoritas Punya Aset Besar!

BEI menyatakan, hingga saat ini sudah ada 38 perusahaan yang IPO sepanjang 2021.
Image title
18 Oktober 2021, 14:07
BEI, IPO, Saham
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 26 nama calon perusahaan tercatat melalui skema penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) per 18 Oktober 2021. Mayoritas merupakan perusahaan yang punya aset berskala besar berdasarkan Peraturan OJK.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, 16 perusahaan beraset skala besar karena di atas Rp 250 miliar. Lalu, delapan perusahaan beraset skala menengah, antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.

"Sebanyak dua perusahaan punya aset skala kecil, di bawah Rp 50 miliar," kata Nyoman kepada awak media, Senin (18/10).

Dari total daftar antrean IPO yang dikantongi Bursa, sebanyak delapan perusahaan berasal dari sektor konsumer siklus (consumer cyclicals). Lalu, lima perusahaan lainnya dari sektor konsumer non-siklus (consumer non-cyclicals).

Selain itu, terdapat tiha perusahaan calon emiten Bursa yang berasal dari sektor energi. Sementara, dari sektor material dasar, sektor industrial, dan sektor infrastruktur masing-masing mengantre dua perusahaan untuk IPO.

BEI juga mengantongi masing-masing satu perusahaan yang siap IPO dari sektor transportasi dan logistik, sektor teknologi, sektor finansial, dan sektor properti dan real estat.

Hingga saat ini, sudah ada 38 perusahaan yang IPO sepanjang 2021. Jumlah tersebut sebenarnya kalah jauh dibandingkan IPO pada periode sama tahun lalu yang sudah sebanyak 46 IPO. Meski begitu, secara nilai, IPO 2021 sudah mencapai Rp 32,14 triliun. Sedangkan sepanjang tahun lalu hanya Rp 5,97 triliun.

Selain dari nilai yang tinggi, jumlah investor saham sudah melampaui 3 juta single investor identification (SID) per Kamis (14/10). Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, capaian ini tidak lepas dari dukungan serta dominasi generasi muda.

Dominasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran dari investor lokal yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Saat ini jumlah investor pasar modal Indonesia baik saham, obligasi, maupun reksa dana, per 14 Oktober 2021 telah mencapai 6,59 juta SID. Pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Salah satu upaya BEI dalam menarik minat generasi muda berinvestasi di pasar modal Indonesia, dengan semakin gencar menggelar berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi yang memanfaatkan teknologi serta solusi digital bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami yakin dengan edukasi dan pengetahuan yang baik tentang pasar modal, akan membantu para calon investor, khususnya generasi muda dalam menentukan strategi investasi untuk masa depan yang lebih baik,” kata Hasan, Sabtu (16/10).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait