Wae Kelambu Jadi Port Logistik Pertama NTT, Jokowi Kagumi Kemegahannya

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo sepenuhnya menggunakan dana APBN. Total nilai kontrak pekerjaan hampir mencapai Rp 173 miliar.
Image title
14 Oktober 2021, 12:11
Jokowi, pelabuhan, Labuan Bajo
ANTARA FOTO/Dok BKIP Kemenhub/wsj.
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Selasa (10/11/2020).

Presiden Joko Widodo, Jokowi, meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (14/10). Saat meresmikan, Kepala Negara mengaku tidak menyangka pelabuhan tersebut berukuran sangat besar.

Jokowi mengira, pelabuhan tersebut akan berukuran setara dengan Pelabuhan Labuan Bajo yang telah didirikan terlebih dahulu.

"Saya tidak bayangin bahwa pelabuhan yang baru sangat besar sekali. Pikiran saya, sama seperti yang lama," kata Jokowi di Teminal Multipurpose Wae Kelambu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10).

Ia berharap, pelabuhan tersebut bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama, yaitu hingga 15-20 tahun mendatang. 

Pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan logistik pertama yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Timur dan diharapkan bisa mengangkut logistik terutama di dan menuju wilayah Manggarai Barat.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengatakan, pelabuhan tersebut dibangun dalam waktu cepat.

"Di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan," ujarnya.

 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pelabuhan tersebut dibangun sesuai arahan Presiden Jokowi. Sebelumnya, Jokowi meminta pelabuhan kontainer di Labuan Bajo untuk dipindahkan.

Seperti diketahui, Labuan Bajo tetap ditetapkan destinasi wisata super prioritas. Karena itulah, perlu dilakukan pembenahan kawasan wisata Labuan Bajo.

Pembenahan yang dilakukan yaitu dengan memisahkan Pelabuhan Labuan Bajo yang sebelumnya masih bercampur antara pelayanan kapal penumpang dan kegiatan logistik.

"Kami laksanakan secara simultan, kerja sama dengan BUMN Pelindo," kata Budi Karya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyinggung pembangunan tol laut NTT-Merauke. Budi mengatakan, Merauke telah memiliki lumbung beras.

Diharapkan, tol laut itu bisa memudahkan distribusi beras dari Merauke menuju NTT.

"Beras tidak lagi dari Jawa. Berarti angkutan dari barat ke timur akan berkurang," ujar Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II tersebut.

Sebagai informasi, pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu sepenuhnya menggunakan dana APBN dengan total nilai kontrak pekerjaan hampir mencapai Rp 173 miliar.

Titik ini merupakan salah satu infrastruktur pendukung Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas (DPSP).

  Nantinya, Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan diperuntukkan bagi lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair sehingga mampu memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Sedangkan, Pelabuhan Labuan Bajo direvitalisasi dan hanya menjadi tempat bersandar kapal-kapal wisata dan kapal penumpang. Selain itu, di sana juga akan dibangun terminal yacht.

Menurut Kementerian Perhubungan, dengan telah diselesaikannya pembangunan terminal multipurpose di Wae Kelambu dan tengah dilakukannya revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo eksisting maka Labuan Bajo akan memiliki wajah baru yang lebih menarik perhatian wisatawan maupun para investor.

 

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait