Jalan Tol Rampung di 2023, Perjalanan Solo-Yogyakarta Cuma 20 Menit

Jalan Tol Solo – Yogyakarta merupakan bagian dari pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta –NYIA Kulon Progo. Tol sepanjang 35,64 kilometer tersebut membutuhkan investasi sebesar RP 26,63 triliun.
Image title
12 Januari 2022, 11:05
jalan tol, solo, yogyakarta, tol
bpjt.pu.go.id
Pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta

Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA (New Yogyakarta International Airport) Kulon Progo ditargetkan selesai pada tahun depan. Keberadaan tol dapat memangkas waktu perjalanan Solo-Yogyakarta  dari 1,5 jam menjadi cuma 20 menit.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengatakan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo secepatnya baru dapat digunakan pengguna jalan pada kuartal III-2023.

Pembangunan yang selesai di kuartal III tahun 2023 adalah ruas Seksi 1 ruas Kartosuro - Purwomartani sepanjang 42,38 kilometer. Saat ini, proses konstruksinya telah mencapai 17,88%. 

"Dibangunnya Jalan Tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulon Progo diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata adalah Joglosemar," seperti dikutip dari laman resmi BPJT, Rabu (12/1). 

Advertisement

 Sebagai informasi, Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo terdiri dari tiga seksi dan melintasi dua provinsi yakni Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Kedua seksi lainnya adalah Seksi 2 Purwomartani – Gamping sepanjang 15,46 kilometer dan Seksi 3 Gamping – Purworejo sepanjang 38,74 kilometer.

Berdasarkan data BPJT,  Seksi 2 Purwomartani – Gamping ditargetkan beroperasi pada Juni 2025. Sementara itu, Seksi 3 Gamping – Purworejo dapat digunakan pengguna jalan secara penuh pada September 2024.

Total investasi yang ditelan jalan tol sepanjang 96,57 kilometer itu mencapai Rp 26,64 triliun. Adapun, biaya konstruksi infrastruktur itu ditaksir mencapai Rp 18,99 triliun. 

 Pengoperasian Tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulon Progo diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Efek ekonomi secara khusus akan dirasakan di segitiga emas sektor pariwisata,yakni Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Selain itu, Jalan Tol ini merupakan bagian dari Program Pembangunan Jalan Tol yang dicanangkan oleh Pemerintah untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Super Prioritas Borobudur.

Pengoperasian tol ini akan memberikan akses pendukung kelancaran lalu lintas menuju tiga Bandar Udara, yaitu New Yogyakarta International Airport, Bandar Udara Ahmad Yani, dan Bandar Udara Adi Soemarmo.

 Seperti diketahui, Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang dimenangkan oleh Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Secara rinci, Daya Mulia dan GAMA Group memiliki pemilikan saham sebesar 51%, Jasa Marga sebesar 25%, dan Adhi Karya sebesar 24%. 

Konsorsium itu kini memiliki konsesi  Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo hingga 40 tahun dengan tingkat internal rate of return (IRR) sebesar 12%.

Sementara itu, nilai net present value (NPV) dari proyek ini mencapai US$ 146,11 juta. 

Sebagai informasi, IRR adalah suatu tingkat pengembalian tahunan yang akan selalu diharapkan dalam suatu investasi.

Sementara itu, NPV adalah arus kas perkiraan yang dilakukan pada masa yang akan datang dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait