Garap 6 Proyek Kilang, Pertamina Bidik Kapasitas Produksi 2 Juta Barel

“Kilang Pertamina ini nantinya akan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan dengan standar Euro5,” kata Ignatius Tallulembang.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
16 Mei 2019, 14:30
KIlang minyak Pertamina
Katadata | Dok.
Kilang minyak

Pertamina menyatakan, megaproyek modernisasi dan pembangunan kilang minyak -- Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) -- akan meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dari saat ini 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari.  

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang menjelaskan, perusahaan meningkatkan kapasitas produksi untuk mewujudkan cita-cita menjadi perusahaan kelas dunia pada 2025. Pertamina menargetkan pembangunan empat RDMP dan dua GRR yang terintegrasi dengan pabrik petrokimia.

Empat RDMP yang dimaksud yakni, Refinery Unit (RU) V Balikpapan; RU IV Cilacap; RU VI Balongan, dan RU II Dumai. Sedangkan dua GRR yang dibangun yakni, Tuban dan Bontang. “Kilang Pertamina ini nantinya akan menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan dengan standar Euro5,” kata Tallulembang berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (16/5).

(Baca: Jika Tidak Ada Titik Temu dengan Aramco, Pertamina Akan Jalan Sendiri)

Kilang-kilang tersebut akan meningkatkan kemampuan Pertamina dalam mengolah minyak mentah (crude) dari sweet crude menjadi sour crude dengan kandungan sulfur sekitar 2%. Selain itu, meningkatkanYield of Valuable menjadi sekitar 95%, dari sebelumnya 75%.

Seperti disinggung di awal, produksi minyak Pertamina juga diharapkan naik dua kali lipat. Sedangkan produksi petrokimia diharapkan naik menjadi berkisar 6.600 Kilotonnes Per Annum (KTPA) dari sebelumnya 600 KTPA. "Sehingga bisa mengurangi impor produk petrokimia secara signifikan,” ujar Tallulembang.

(Baca: Mulai Bulan Ini, Pertamina Hentikan Impor Solar dan Avtur)

Lebih lanjut, ia mengatakan Pertamina terus berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek yang dijalankannya. Maka itu, perusahaan mengharapkan produsen manufaktur dalam negeri agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam berbagai aspek, seperti spesifikasi produk, ketepatan waktu hingga harga.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait