Kemajuan Baru, Saka Mulai Bor Sumur Ketiga di Blok Pangkah

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mendukung percepatan pengembangan sumur tersebut, termasuk membantu pengurusan izin.
Anggita Rezki Amelia
12 Desember 2018, 16:47
Rig TKBY-2 Blok Pangkah Saka Energi
Saka Energi

Pengembangan Blok Pangkah di Jawa Timur terus menggeliat. PT Saka Energi Indonesia, pemegang kontrak lapangan minyak dan gas (migas) tersebut mulai mengebor sumur eksplorasi ketiga pada Selasa (11/12). Pengeboran ini untuk membuktikan cadangan migas di struktur Tambakboyo ada di lepas pantai Blok Pangkah.

Direktur Utama Saka Energi Tumbur Parlindungan mengatakan pengeboran akan berlangsung selama lebih dari satu bulan ke depan. “Januari 2019 akhir atau Februari 2019,” kata Tumbur kepada Katadata.co.id, Rabu (12/12).

(Baca: Saka Mengebor Sumur Eksplorasi ke-3 di Blok Pangkah Pekan Depan)

Sumur yang dibor bernama TBKY-3. Ini merupakan lanjutan dari pengeboran sumur TKBY-2 yang sudah digali Agustus lalu. Adapun pengeborannya menggunakan rig eksisting yang sebelumnya dipakai untuk pengeboran Saka di Blok South Sesulu Kalimantan Timur.

Jika pengeboran sukses, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk ini berencana mengembangkan hasilnya menjadi lapangan baru dengan mengajukan proposal pengembangan alias plan of Development (PoD) ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mendukung percepatan pengembangan sumur baru migas di wilayah kerja tersebut. Dukungan itu termasuk membantu pengurusan izin agar wilayah kerja hasil eksplorasi segera berproduksi.

Menurut Arcandra, manajemen Saka perlu segera berkomunikasi dengan sejumlah instansi untuk mengembangkan wilayah kerja migas tersebut. Koordinasi itu terutama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), SKK Migas, Angkatan Laut dan Dirjen Perhubungan Laut.

(Baca: Saka Siapkan Rp 136 Miliar untuk Mengebor 9 Sumur Gas di Amerika)

Dia menjanjikan pemerintah akan membantu agar proses perizinan bisa lekas dituntaskan. “Kami sangat senang dengan temuan baru ini, yang kemungkinan temuan terbesar dan cukup signifikan untuk discovery kita akhir-akhir ini,” kata Arcandra setelah meninjau Onshore Processing Facility (OPF) Saka Energi di Gresik, Jawa Timur waktu itu.

Saat ini, Saka Energi memiliki 11 hak kelola di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Selain Pangkah, blok yang sudah berproduksi adalah Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Muriah, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

Sementara, lima blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih tahap eksplorasi. Blok tersebut adalah West Bangkanai, Wokam II, South Sesulu, Pekawai, dan West Yamdena.

Video Pilihan

Artikel Terkait