Atasi Macet, Jasa Marga Akan Seragamkan Tarif Tol Jagorawi

Saat ini pemerintah masih mengkaji satu tarif ideal baik untuk jarak pendek maupun panjang di Tol Jagorawi.
Ameidyo Daud Nasution
16 Juli 2017, 10:00
Antre Gerbang Tol
ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Sejumlah kendaraan antre memasuki gerbang tol Cibubur di jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Rabu (15/3).

PT Jasa Marga Tbk siap memberlakukan kebijakan satu tarif pada ruas tol Jakarta - Bogor - Ciawi (Jagorawi) pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan mengatakan saat ini rencana tersebut sedang dikaji oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penyeragaman tarif tersebut merupakan buntut rencana peniadaan Gerbang Tol Cimanggis serta Cibubur yang sering mengakibatkan kemacetan. Nantinya, kendaraan yang menuju Bogor dari arah Jakarta akan membayar tol di pintu keluar (off ramp). Sedangkan untuk arah sebaliknya akan membayar tol di pintu masuk (on ramp).

"Ini bentuk peningkatan pelayanan dari kami untuk mengurangi antrean. Konsekuensinya, tarif akan jadi sama," kata Agus kepada Katadata, Jumat (14/7). (Baca juga: Rampung Akhir 2018, Jokowi Minta Tol Balikpapan Disambung ke Bontang)

Agus mengatakan, Jasa Marga masih mengkaji besaran tarif ideal tol Jagorawi nantinya. Ia memprediksi akan ada kenaikan pada tarif jarak pendek. Sebaliknya, untuk ruas jarak panjang tarifnya otomatis akan mengalami penurunan.

"Berapa tarifnya masih belum karena menunggu evaluasi Kementerian PUPR," katanya.

Penghapusan gerbang tol ini disebut Agus dicontohkan dari pengalaman sebelumnya di Gerbang Tol Karang Tengah, Tangerang. Menurutnya, tanpa gerbang tol tersebut maka kemacetan di ruas tol Jakarta - Merak dapat ditekan.

Saat ini, Jasa Marga telah melakukan audiensi dengan sejumlah pihak, mulai dari Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto sampai dengan Bupati Kabuoaten Bogor Nurhayanti. Agus menjelaskan, para kepala daerah tersebut hanya menyoroti volume kendaraan yang melewati jalan biasa apabila tarif tol jarak pendek dinaikkan.

(Baca juga: Pemerintah Beri Jatah Pengusaha Kecil di Rest Area Jalan Tol)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya pernah mengatakan pemerintah berencana mengalihkan seluruh pembayaran tol dengan transaksi elektronik nontunai. Tujuannya untuk memperlancar antrean di gerbang tol yang sering mengalami penumpukan kendaraan karena pembayaran tunai.

Menurut dia, untuk pertama kalinya pembayaran nontunai akan diberlakukan di semua gerbang tol di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Peralihan pembayaran dari tunai ke nontunai ini merupakan sebuah keharusan yang akan diatur dalam Peraturan Menteri PUPR.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait