Pelindo II Incar Dana Rp 2,5 Triliun dari IPO Anak Usaha

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan IPO sembilan anak perusahaan pelat merah. Total dana yang diincar mencapai Rp 21 triliun.
Miftah Ardhian
6 Maret 2017, 13:04
Tanjung Priok
Arief Kamaludin|KATADATA
Pelabuhan Tanjung Priok

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) berencana untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) salah satu anak usahanya yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Aksi korporasi itu dijadwalkan pada Oktober 2017 mendatang.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan, sebenarnya ada tiga anak usaha Pelindo II yang disiapkan untuk melantai di bursa. Namun, hingga saat ini, hanya PT Jasa Armada Indonesia (JAI) yang dinilai telah memiliki kesiapan

"Sekarang sedang proses dengan penasihat keuangan. Nanti, mulai listing pada Oktober 2017," ujar Elvyn di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (3/3) malam.

(Baca juga: Kementerian BUMN: Holding Migas Siap Terbentuk Bulan Depan)

Menurut Elvyn, Pelindo II akan melepas sekitar 30 persen saham anak usahanya tersebut. Sedangkan, dana segar yang ditargetkannya bisa diperoleh adalah sebesar Rp 2,5 triliun.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan pengembangan anak usahanya tersebut, seperti membeli kapal baru, peremajaan kapal, dan melakukan ekspansi usaha.

Elvyn menjelaskan, dua anak usaha Pelindo II lainnya yang akan melakukan penawaran saham perdana yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT). Namun, kedua perusahaan ini ditargetkan baru akan IPO pada tahun 2018 mendatang.

(Baca juga: Jadi Investor LRT, KAI Akan Disuntik Modal Negara Rp 5,6 Triliun)

Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan sedikitnya sembilan anak usaha untuk melantai di bursa tahun ini. Dengan sembilan aksi korporasi tersebut, Kementerian BUMN menargetkan perolehan dana sebesar Rp 21 triliun.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K. Ro menjelaskan, pihaknya memang mendorong anak usaha BUMN untuk melakukan IPO. Alasannya, dari 539 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baru sekitar 20 emiten BUMN yang berkontribusi di dalamnya. Namun, memang, kapitalisasi pasar 20 emiten BUMN ini sudah mencapai 26 persen dari total yang tercatat di BEI.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait