WIKA Raup Kontrak Rp 5,09 Triliun Sepanjang Januari 2017

Yang terbaru, WIKA meneken kontrak pembangunan proyek infrastruktur, properti dan realty di Sulawesi Utara.
Pingit Aria
3 Februari 2017, 15:49
Wika
Katadata | Arief Kamaludin

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA telah meraih kontrak baru sebesar Rp 5,09 triliun sepanjang Januari 2017. Angka itu naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Pencapaian tersebut sudah hampir mencapai 12 persen dari total target kontrak baru WIKA di tahun 2017,” kata Direktur Keuangan WIKA, Steve Kosasih melalui siaran pers, Jumat, 3 Februari 2017.

Ia menyatakan, kenaikan terbesar disumbang oleh raihan proyek pembangunan jalan tol Serang - Panimbang dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,568 triliun. Selain itu, kontrak jumbo WIKA juga berasal dari proyek pembangunan Integrated Tank Storage Terminal, Jetty and Logistic Services di Lamongan senilai Rp 875 miliar,

WIKA juga mendapat kontrak pembangunan jembatan Soebada di Timor Leste senilai Rp 96,5 miliar, pembangunan jalan dan jembatan Natar Boa di Timor Leste senilai Rp 171 miliar, pembangunan PLTU Sulsel Baru 1x100 MW senilai Rp 253,3 miliar, dan penataan pantai Kuta Lombok senilai Rp 125,6 miliar.

(Baca juga: Wika Targetkan Utang Cina untuk Kereta Cair Akhir Februari)

Kini, di hari ketiga Februari 2017, WIKA meneken nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Nota ini meliputi kerja sama dalam pembangunan beberapa proyek infrastruktur, properti dan realty di mana WIKA dapat pula melakukan investasi di berbagai daerah di Sulawesi Utara.

"Kami berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi untuk membangun perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara dengan cepat dan terpadu,” kata Gubernur Sulawesi Utara ujar Olly Dondokambey.

Di antara proyek yang tercakup dalam kerja sama ini adalah Pembangunan,  Pengembangan, dan Investasi pada: Pelabuhan Bitung serta pelabuhan-pelabuhan lainnya di Sulawesi Utara, di daerah pantai dan kawasan-kawasan komersial di daerah Manado, Bitung dan Likupang, termasuk investasi dan pembangunan PLTG 2x100MW di Bitung dan 2x200MW di Likupang.

Grafik: Pencapaian Pengadaan Lahan Tol
Pencapaian Pengadaan Lahan Tol

Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo menyatakan siap mendukung seluruh program yang dicanangkan oleh Pemerintah Sulawesi Utara. "Kami sangat siap untuk menyukseskan pembangunan di Sulawesi Utara sesuai MOU yang kami tanda-tangani hari ini,” tutur Bintang.

Dalam investasi untuk pembangunan PLTG di  Bitung dan Likupang, WIKA akan bekerjasama dengan PLN dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulawesi Utara. “Kami sudah sangat berpengalaman membangun PLTG dan yakin bahwa kami bisa menyelesaikan PLTG tersebut kurang dari 1 tahun setelah kontrak beres,” kata Bintang.

Saat ini, WIKA sudah memiliki berbagai proyek properti seperti TamanSari Metropolitan Manado serta hotel dan apartemen TamanSari Lagoon di kota Manado. Selain itu, WIKA juga turut berinvestasi di jalan tol Manado-Bitung dan sedang membangun Bendungan Kuwil yang baru saja ditinjau oleh Presiden Joko Widodo.

(Baca juga:  2017, Wika Bidik Nilai Kontrak Proyek Infrastruktur Rp 102,9 Triliun)

WIKA juga menekankan kesiapan keuangan WIKA untuk merealisasikan berbagai kerja sama tersebut. Sebab, perusahaan pelat merah ini baru melakukan rights issue dan memperoleh suntikan modal sebesar Rp 6,15 Triliun.

Sepanjang 2017, WIKA menargetkan kontrak sebesar Rp 102,937 Triliun atau naik sebesar 26,30 persen dari target tahun 2016. Di mana, kontrak baru tahun 2017 sebesar Rp 43,25 triliun dan carry over tahun 2016 sebesar Rp 59,69 triliun.

Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2017 diproyeksikan berasal dari Pemerintah 29,8 persen; BUMN 30 persen; dan Swasta 40,2 persen. Dari sana, target Penjualan ditargetkan sebesar Rp 25,75 triliun atau naik 32,81 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 17,29 triliun.

Sementara laba yang dapat diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Tahun 2017 diproyeksikan sebesar Rp 1,219 triliun atau naik 20 persen dari prognosa tahun 2016 yang diperkirakan menembus rekor pencapaian WIKA selama ini.

(Baca juga: Nasib Pembiayaan Kereta LRT Jakarta - Bogor di Tangan Sri Mulyani)

Untuk Belanja Modal (Capital Expenditure/CAPEX) tahun 2017, WIKA menganggarkan Rp 12,02 triliun. Angka itu terdiri dari aset tetap Rp 871,15 miliar, penyertaan pada entitas anak Rp 1,12 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi Rp 2,29 triliun, pengembangan usaha yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 2,37 triliun, serta pengembangan usaha di luar PMN; Paket-1 sebesar Rp1,47 triliun dan Paket-2 sebesar Rp 3,9 triliun.

Saat ini, WIKA sedang menunggu hasil audit yang akan kami umumkan di bulan Maret 2017.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait