Jokowi: Pasar Tradisional Akan Hilang Diganti Toko Online

Jokowi meminta kalangan universitas menyiapkan sumber daya manusia yang bisa bersaing di era digital. Bila perlu, kampus-kampus diminta membuka jurusan logistik toko online.
Ameidyo Daud Nasution
2 Februari 2017, 16:07
Jokowi Kacang Mete
Kris | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan
Presiden Jokowi mengunjungi pabrik pengolahan kacang mete PT Comextra Majora di Makasar (27/11)

Presiden Joko “Jokowi” Widodo punya pandangan sendiri soal pesatnya perkembangan bisnis digital. Menurut Jokowi, maraknya kegiatan jual beli secara online bisa menggusur keberadaan toko fisik, hingga pasar tradisional.

“Yang namanya pasar tradisional itu akan bisa hilang karena adanya toko online,” kata Jokowi dalam pembukaan konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di Jakarta, Kamis (2/2/2017). Bahkan, saat ini pun orang sudah bisa membeli sayuran segar, bahkan tanaman hidup melalui aplikasi.

Untuk mengantisipasinya, Jokowi pun meminta para rektor universitas yang hadir untuk membantu menyiapkan sumber daya manusia. Ia ingin perguruan tinggi merespons perkembangan zaman dengan membuat program pendidikan yang lebih bisa diterapkan, kalau perlu dengan membuka jurusan baru.

“Di universitas juga harus berani mengubah Jurusan. Kenapa tidak ada jurusan logistik yang itu sangat dibutuhkan saat ini, atau jurusan retail, jurusan khusus toko online,” ujarnya.

Bahkan, Jokowi menginginkan pendidikan digital itu dimulai pada jenjang yang lebih dini, misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan. Ia pun kembali menyinggung bahwa pola pendidikan menengah yang 70 hingga 80 persen dipenuhi oleh guru pelajaran normatif, padahal kebutuhan saat ini lebih banyak pada ilmu terapan yang lebih spesifik.

"Bisa saja ada pelajaran membuat Video Blog (Vlog), membuat aplikasi, ataupun animasi," kata Jokowi yang sering tampil di vlog anaknya, Kaesang Pangarep ini.

Di luar bisnis digital, Jokowi juga ingin kampus-kampus dapat merespons isu-isu yang berkembang di dunia seperti terorisme. “Mengapa tidak ada jurusan terorisme dan radikalisme,” katanya.

Jokowi ingin, nantinya lebih banyak para sarjana yang dapat memberi masukan pada pemerintah soal langkah-langkah yang harus diambil untuk menangkal terorisme dan radikalisme. "Perguruan tinggi lihat ke depan akan ada apa dan beritahu kita (pemerintah)," ujarnya.

Selain itu Jokowi meminta perguruan tinggi mulai berfokus kepada ekonomi yang berbasis pariwisata. Dia mencontohkan di negara ini setidaknya ada 10 hingga 15 ribu jenis tarian yang bisa dikembangkan. Apabila hal ini diintegrasikan dengan wisata alam Indonesia maka hal ini akan menjadi potensi besar.

"Saya harap hal ini dapat menjadi pemikiran para guru besar," kata Jokowi.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait