Uang Elektronik TCash Kini Terbuka bagi Semua Operator

Langkah ini diklaim akan menguntungkan Telkomsel, meski tetap ada wacana untuk spin off.
Desy Setyowati
17 Juli 2018, 14:49
Uang elektronik TCash
Katadata/Desy Setyowati
Penjual sayur yang menerima pembayaran non-tunai dengan TCash di Pasar Modern Bintaro, Senin (14/5).

Aplikasi mobile financial services dari Telkomsel, TCash kini terbuka untuk pengguna operator lain. Dengan begitu, TCash makin optimistis bisa menaikkan jumlah penggunanya dari sekitar 20 juta saat ini, menjadi 40 juta pada akhir tahun.

"Lebih dari 20% (dari target pengguna 40 juta) kami proyeksi berasal dari operator lain," kata CEO TCash Danu Wicaksana saat peluncuran layanan agnostik di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7).

Walaupun terbuka untuk operator lain, TCash masih menjadi strategi bisnis unit  di bawah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Danu mengatakan, bahwa TCash masih tetap menguntungkan bagi Telkomsel. Alasannya, karena TCash bisa memberikan data transaksi dari pengguna seperti pemakaian pulsa, pembelian barang, pembayaran tagihan, dan lain sebagainya bagi Telkomsel.

Data tersebut bisa dianalisa guna mengetahui kebutuhan konsumen. Dengan begitu, layanan yang diberikan Telkomsel bisa maksimal terhadap konsumen. "Yang kami sumbang itu data transaksi. Kami ada data telko. Kalau dikombinasi dengan data transaksi, akan sangat kuat," kata Danu.

(Baca: Transaksi Tumbuh 163%, BI Perketat Pengawasan Uang Elektronik)

Saat ini, kontribusi pendapatan TCash terhadap Telkomsel masih kecil. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, ia optimistis kontribusinya bakal meningkat. Ia memproyeksikan, laba TCash sebelum dikurangi bunga utang dan pajak terutang (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/EBITDA) akan positif pada 2022. "Jumlah pengguna saat itu mungkin sudah 120-150 juta," ujarnya.

Ia menyampaikan, berada di bawah Telkomsel membuat dana investasi tang dikeluarkan TCash menjadi lebih kecil. Sebab, TCash bisa memanfaatkan aset, data, dan basis konsumen yang dimiliki Telkomsel untuk mengembangkan layanan. Bila aset tersebut dimaksimalkan, ia optimistis TCash jauh lebih unggul ketimbang aplikasi sistem pembayaran lainnya.

Hanya, ia juga mengkaji kegesitan TCash dalam mengambil tindakan di bawah Telkomsel. "Seiring perjalanan waktu apakah kami masih bisa agile, begerak cepat untuk berkompetisi dengan yang lain," ujarnya.

(Baca juga: Naik 10 Kali Lipat, Uang Elektronik OVO Targetkan 60 Juta Pengguna)

Meskipun demikian, ada pula wacana TCash akan berdiri sendiri, lepas dari Telkomsel (spin off). "Ada wacana untuk memberi independensi kepada TCash secara otoritas dan legal. Secara legal masih digodok terus."

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait