Pertamina Siap Kelola Blok Mahakam Tanpa Total E&P

Pertamina siap mendanai sendiri investasi Blok Mahakam sebesar US 25 miliar mengingat belanja modal Pertamina untuk bisnis hulu mencapai US 4 miliar per tahun
Safrezi Fitra
23 Juni 2015, 12:15
Katadata
KATADATA

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya mengelola Blok Mahakam sendiri, tanpa Total E&P Indonesie. Ini akan dilakukan jika tidak ada titik temu mengenai porsi saham blok migas tersebut dengan Pertamina.

Pemerintah telah memutuskan pembagian jatah saham Blok Mahakam pekan lalu. Pihak Indonesia yang diwakili oleh Pertamina dan Badan Usaha Milik Daerah mendapat jatah 70 persen. Sisanya, operator lama yakni Total dan Inpex Corporation mendapat 30 persen.

(Baca: Total Belum Tentu Setuju Dapat 30 Persen Blok Mahakam)

Meski demikian, Total belum menyatakan sepakat atas keputusan porsi saham pengelolaan Blok Mahakam tersebut. Sebelumnya Total sempat mengajukan permintaan jatah sahamnya sebesar 35 persen. Hingga saat ini pun Pertamina dan Total masih melakukan pembicaraan.

Advertisement

"Kalau tidak ada titik temu, kami siap (kelola sendiri). Tapi ini masih negosiasi," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro kepada Katadata, Selasa (23/6).

Sementara Inpex telah menyatakan kesiapannya bermitra dengan Pertamina setelah kontrak Blok Mahakam selesai 2017. (Baca: Pertamina Buka Peluang Tukar Aset Mahakam dan Masela dengan Inpex)

Dari segi pendanaan Pertamina juga mengaku siap mengelola Blok yang memiliki luas 2738,51 kilometer persegi ini. Dana investasi yang dibutuhkan Pertamina sebesar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 32,5 triliun per tahun untuk mengelola Blok Mahakam.

Dana tersebut kata Wianda berasal dari kas internal perusahaan, mengingat belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk kegiatan hulu Pertamina dianggarkan sebesar US$ 4 miliar. "Itu dana untuk operasi secara keseluruhan. Dana tersebut berasal dari internal Pertamina," ujar dia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan pemerintah masih berharap Total E&P Indonesie tidak hengkang dari Blok Mahakam, setelah kontraknya habis.

"Blok sebesar itu pasti masih menarik. Kalau mereka tidak setuju, itu kan business to business dengan Pertamina," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6).

Meski begitu, Total dan Inpex juga harus bersedia memberikan kompensasi kepada Pertamina jika ingin bergabung di Mahakam. Kompensasi tersebut bisa berupa tukar aset milik Total dan Inpex dengan Pertamina.

"Jadi farm out itu dijual tetapi tidak dengan uang, disetarakan di tempat lain. Jadi 30 persen itu artinya bukan diberikan begitu saja ke operator lama. Tapi ditukar dengan saham di blok migas lain (yang dimiliki perusahaan tersebut), itu Farm out namanya," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait