Wall Street AS Ditutup Menghijau, IHSG Dibuka Meroket 1,22%

Pada perdagangan semalam, Dow Jones ditutup naik hingga 1,54%, lalu S&P 500 naik 1,62%, dan Nasdaq naik 1,31%.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
25 November 2020, 10:00
saham, ihsg, indeks, bursa, bursa saham, pasar modal, amerika, joe biden, bursa ehek indonesia, saham hari ini, ihsg hari ini, update ihsg, update saham
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik signifikan pada perdagangan Rabu (25/11). Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG sempat naik hingga 1,22% menyentuh level 5.770,66.

Tercatat nilai total transaksi setelah perdagangan dibuka selama 10 menit mencapai Rp 1,88 triliun, dari volume transaksi 4,06 miliar unit saham. Sejauh ini ada 270 saham yang bergerak menguat, lalu hanya 56 saham yang turun, sementara 150 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pada perdagangan awal ini, sektor penopang penguatan IHSG yaitu perdagangan yang naik 1,4%. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) pada pembukaan hari ini bergerak naik hingga 5,13% menjadi Rp 23.575 per saham.

Sektor lainnya yang menguat adalah finansial sebesar 1,34%. Penguatan ini ditopang oleh bank milik pemerintah, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 3,57% menyentuh harga Rp 4350 per saham. Saham PT bank Mandiri Tbk (BMRI) juga naik 3,11% di Rp 6.625 per saham.

Tims riset Samuel Sekuritas Indonesia menilai IHSG hari ini memang berpotensi untuk kembali naik karena terdorong bursa saham Wall Street, Amerika Serikat. Pada perdagangan semalam, Dow Jones ditutup naik hingga 1,54%, lalu S&P 500 naik 1,62%, dan Nasdaq naik 1,31%.

"Penguatan terjadi dengan semakin banyaknya calon vaksin Covid-19 yang diklaim mempunyai tingkat keefektifan lebih dari 90%," seperti dikutip dari riset Samuel Sekuritas, Rabu (25/11).

Vaksin AstraZeneca diklaim mempunyai tingkat efektif 90% dengan catatan pemberian suntikan pertama sebesar setengah dosis, dan suntikan selanjutnya sebesar 1 dosis. Vaksin ini disebut lebih murah dibanding buatan Pfizer dan Moderna yang tingkat keefektifan keduanya juga di atas 90%.

Selain itu, Vaksin Sputnik V buatan Rusia juga diklaim memiliki tingkat keefektifan hingga 95%. Semakin banyaknya calon vaksin yang efektif tersebut membuat outlook ekonomi 2021 lebih cerah, sehingga membuat investor terus masuk di pasar saham.

"Di sisi lain, tensi politik Amerika Serikat yang cenderung mereda membuat investor lebih yakin untuk berinvestasi," seperti dikutip dari riset Samuel Sekuritas.

Selain IHSG, bursa-bursa utama Asia lainnya pada perdagangan hari ini juga dibuka di zona hijau. Seperti Nikkei 225 di Jepang dan Straits Times di Singapura yang naik masing-masing 1,78% dan 0,58% hingga pukul 09.10 WIB. Lalu, Hang Seng di Hong Kong dan Shanghai Composite di Tiongkok juga menguat 1,16% dan 0,27%.

Tim Riset Panin Asset Management menilai kenaikan bursa Wall Street semalam, tidak hanya karena perkembangan vaksin Covid-19. Kenaikan juga disebabkan kepastian transisi kepemimpinan ke Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dari Donald Trump.

"Angin segar bagi bursa AS setelah Presiden Trump memberikan lampu hijau untuk transisi resmi kekuasaan yang akan dimulai pada Senin (23/11) kemarin," seperti dikutip dari riset Panin Asset Management.

Badan Administrasi Layanan Umum negara Paman Sam, sudah memberi tahu Biden. Dia dapat secara resmi memulai proses serah terima kekuasaan Gedung Putih tersebut. Sentimen positif juga berasal dari peluang Biden mencalonkan mantan ketua The Fed Janet Yellen sebagai menteri keuangan AS.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya juga menilai penguatan indeks di AS semalam, bisa membawa angin segar untuk IHSG hari ini. "Kami memperkirakan IHSG akan diperdagangkan lebih tinggi hari ini karena sentimen positif dari pasar AS semalam," katanya.

Hariyanto menilai indeks AS ditutup menguat karena investor mulai mengakumulasi aset berisiko setelah Presiden Trump mengakui transisi. Peluang Joe Biden menunjuk Janet Yellen menjadi Menteri Keuangan, juga menambah gerak penguatan indeks.

Video Pilihan

Artikel Terkait