Sektor farmasi, elektronik, tekstil, plastik, kimia, otomotif, serta industri makanan dan minuman dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terdampak pelemahan rupiah.
Harga saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyentuh titik terendah dalam lima tahun terakhir pada perdagangan pagi ini.
Rupiah dibuka melemah ke Rp 18.106 per dolar AS dan berpotensi tertekan lebih dalam akibat penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot pada perdagangan pagi, Senin (8/6). Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG anjlok 4,38% atau 245,15 poin ke level 5.349.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi fundamental ekonomi hingga faktor eksternal dan aktivitas pasar.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18.000 per dolar AS menjadi tekanan serius bagi dunia usaha. Hal itu berpotensi mengganggu penyerapan tenaga, termasuk PHK, kerja bila berlangsung lama.
Pergerakan nilai tukar rupiah kembali mengawali perdagangan di pasar mata uang dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini, Jumat (5/6).
Istana Kepresidenan merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6). Mata uang rupiah tercatat sempat menyentuh level Rp18.039 per dolar AS.
Purbaya menjelaskan sebagian besar surat utang pemerintah memiliki kupon tetap atau fixed coupon, sehingga kewajiban pembayaran bunga tidak berubah meskipun nilai tukar rupiah melemah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati level 18.000 per US$ dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi sentimen negatif yang beredar di pasar.
BI menyatakan tetap aktif di pasar keuangan dengan mengoptimalkan instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas.