Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, Danantara menjadi salah satu pemangku kepentingan (stakeholder) utama di pasar modal nasional.
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengusulkan kepada regulator pasar modal agar peningkatan free float ke level 15% dilakukan secara bertahap, terukur, dan hati-hati.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) bakal membuka data klasifikasi investor pasar modal. Nantinya BEI akan lebih merincikan data pemegang saham
Danantara aktif membeli saham di BEI, sebagai upaya memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar modal di tengah penurunan IHSG. Ada empat kriteria emiten yang dibidik.
Kalangan pengamat menilai rencana demutualisasi BEI memiliki sisi positif dan negatif, termasuk yang berkaitan dengan independensi pasar modal di kemudian hari.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self regulatory organizations (SROs) menyampaikan hasil pertemuan dengan pengelola indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diadakan secara virtual.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, tampak sudah hadir di bursa sebelum rapat antara OJK, BEI, dan MSCI berlangsung pada Senin (2/2) sore.
IHSG terpantau masih bergerak di zona merah sepanjang hari, meski Danantara mulai aktif melakukan transaksi di pasar saham pada perdagangan Senin (2/2) ini.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempermasalahkan transparansi data saham free float Indonesia. Masalah ini menyebabkan IHSG anjlok dan sejumlah petinggi OJK dan BEI mundur.
Intervensi negara ke bursa melalui Danantara dinilai bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya langkah yang lebih mendesak adalah mendorong peran regulator OJK serta SRO untuk memenuhi tuntutan MSCI.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pembukaan data kepemilikan saham di bawah 5% menjadi bagian dari upaya peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham secara lebih menyeluruh.
IHSG kembali ambruk. Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama hari ini mencapai 35,35 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,08 juta kali.