Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa varian baru Covid-19, Stratus XFG, kini mendominasi kasus di Indonesia, dengan gejala yang mirip dengan flu dan peringatan untuk tetap waspada.
Munculnya fenomena rojali, dimana pengunjung mal besar-besaran namun jarang membeli, dikaitkan dengan menurunnya daya beli pasca pandemi dan pergeseran kebutuhan konsumsi.
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025, mendesak efisiensi anggaran APBN dan APBD yang telah berhasil memotong Rp 8,9 triliun dari anggaran Kementerian Keuangan.
WHO memantau varian baru COVID-19, NB.1.8.1, yang terdeteksi pertama kali pada Januari 2025 dan telah menyebar ke lebih dari 22 negara termasuk Amerika Serikat dan Thailand
Kemenkes mencatat ada tujuh orang positif Covid-19 pada tanggal 25-31 Maret atau pekan ke-22 tahun ini. Adapun secara keseluruhan terdapat 72 kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak awal tahun.
Lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi di sejumlah negara Asia belakangan ini. Tren kenaikan kasus dipicu oleh penyebaran varian baru sepeti JN.1 dan subvarian NB.1.8.1.
Kemenkes mengeluarkan surat edaran guna meningkatkan kewaspadaan Covid-19, menyusul peningkatan angka pasien terpapar virus corona di sejumlah negara di Asia.
Menurut BPS, Indonesia mencatat penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 24,06 juta pada September 2024, mencerminkan berlanjutnya tren positif penurunan kemiskinan sejak pandemi.