Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (25/8), seiring turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS selama dua hari berturut-turut.
Wall Street kembali menguat, tetapi kenaikan imbal hasil US Treasury dan risiko inflasi membuat investor tetap waspada. Yield tenor 10 tahun mendekati 5%, sementara arah pasar menanti sinyal The Fed.
Wall Street ditutup menguat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun menyusul rencana Departemen Keuangan AS meningkatkan operasi pembelian kembali utang.
Wall Street ditutup melemah karena tekanan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang mencapai level tertinggi serta kekhawatiran inflasi dan harga minyak yang masih tinggi.
Indeks Wall Street ditutup turun seiring investor mencermati eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi.
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup melonjak pada perdagangan saham Kamis (13/8) seiring turunnya harga minyak dan investor menyoroti data inflasi AS terbaru.
Wall Street menguat dan catat rekor tertinggi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat.
Wall Street turun imbas sikap hati-hati investor yang mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah musim rilis laporan keuangan.
Kenaikan Wall Street dipicu musim laporan keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan serta penurunan harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran pasar.
Wall Street kembali menghijau berkat reli saham teknologi dan meredanya ketegangan AS-Iran. Optimisme terhadap AI kembali mengangkat Nvidia, Meta, Amazon, hingga Microsoft.