Bursa saham Wall Street Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (30/7), ditopang oleh lonjakan saham Microsoft dan emiten-emiten semikonduktor.
Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup anjlok pada perdagangan Rabu (29/7) setelah pasar bereaksi bahwa Federal Reserve tertinggal dalam mengendalikan inflasi.
Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (28/7) didorong laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi, turunnya harga minyak, dan rotasi investasi
Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Jumat (24/7) tertekan oleh saham-saham semikonduktor, seiring para investor menelaah perkembangan terkait konflik di Timur Tengah
Wall Street ditutup melemah karena lonjakan harga minyak picu kekhawatiran inflasi dan prospek kenaikan suku bunga The Fed, tekan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Selasa (21/7), ditopang kenaikan saham-saham semikonduktor. Perhatian investor juga mulai beralih dari perkembangan konflik
Wall street tertekan seiring langkah Investor yang masih mencermati pergerakan terbaru saham-saham semikonduktor dan laporan keuangan kuartalan perusahaan.
Bursa Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis (16/7), tertekan aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi yang menutupi sentimen positif dari kinerja laporan keuangan emiten.
Bursa Wall Street di AS ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/7). Penguatan itu didorong reli saham-saham semikonduktor setelah data inflasi Juni tercatat lebih rendah dari perkiraan pasar.
Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (13/7) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan kembali memblokade pelayaran Iran di Selat Hormuz.
Bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7), didorong reli saham-saham teknologi sehingga mencatatkan kenaikan secara mingguan.