Saham-saham milik Grup Bakrie kembali mencuri perhatian pasar. Saham BUMI dan BRMS melonjak di tengah derasnya aksi beli asing, seiring masuknya Grup Salim.
Pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie menjadi sorotan investor pasar modal sepanjang 2025. Emiten-emiten yang berada di bawah kendali keluarga Bakrie mencatatkan kinerja moncer.
Emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan kredit jumbo total Rp 5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Harga saham emiten-emiten dekapan Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kompak melesat di tengah kenaikan IHSG sesi I hari ini.
Harga saham BNBR menembus batas auto reject atas (ARA), melesat 8,77% atau 5 poin ke level 62 pada perdagangan sesi I hari ini, tersengat sentimen akuisisi tol Cimanggis-Cibitung.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) resmi mengakuisisi 100% PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang mengelola Tol Cimanggis-Cibitung.
Emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk mengumumkan akan menggelar pembelian Kembali saham atau buyback. Buyback akan dilakukan pada periode 19 November hingga 19 Februari 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor baru saat ditutup di level 8.405 pada perdagangan sesi I, Kamis (13/11). Saham di bawah grup Bakrie manggung.
Melonjaknya harga saham emiten batu bara ini terjadi usai resmi merampungkan aksi akuisisi perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis Australia, Wolfram Limited.
Emiten produsen bus listrik milik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), optimistis kinerja keuangannya akan membaik pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Apa penopangnya?