Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso menilai, ekspor beras secara umum tak akan berhasil karena dua faktor, yakni kualitas dan penurunan produksi.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya swasembada pangan sebagai syarat utama kemandirian dan kemerdekaan bangsa di tengah meningkatnya konflik antarnegara dan ketidakpastian global.
BULOG memanfaatkan GOR Sport Center Aceh Tamiang sebagai gudang penyimpanan cadangan beras untuk memasok kebutuhan pangan masyarakat pascabencana banjir dan longsor.
Kampanye swasembada beras pada 1980-an membuat beras diasosiasikan sebagai simbol ketahanan pangan. Ketergantungan pada beras menciptakan kerentanan pada sistem pangan di Indonesia.
Perum Bulog mengumumkan rencana penambahan stok beras di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga 100%, sebagai tanggapan atas situasi bencana banjir yang berkepanjangan di provinsi tersebut.