Airbus akan memanfaatkan sistem pesan dan klaim ini untuk meningkatkan aksesibilitas SAF bagi calon pelanggan, terutama mereka yang memiliki volume terbatas dan jauh dari titik pasokan.
PT Kilang Pertamina Internasional akan mulai uji coba produksi bioavtur dari bahan baku minyak jelantah di Kilang Cilacap pada Q2 2025 untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar berkelanjutan.
Para eksekutif dan analis minyak menyatakan kemampuan Asia untuk memasok bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau avtur hijau diprediksi melampaui permintaan regional tahun ini.
Bioavtur Pertamina memenuhi persyaratan sustainability dan dapat diterima serta diperdagangkan sesuai regulasi International Civil Aviation Organization (ICAO) CORSIA (worldwide) dan Uni Eropa.
PT Pertamina (Persero) akan memasarkan bahan bakar Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berbahan baku used cooking 0il (UCO) atau minyak jelantah
Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan rencana pemerintah mengembangkan rumput laut menjadi produk bioavtur.
Rolls-Royce menilai adopsi SAF yang lebih luas membutuhkan dukungan insentif dan kebijakan dari pemerintah sehingga harganya bisa mencapai level keekonomian.