Langkah strategis Prabowo mencari pasokan energi dari Rusia adalah solusi pragmatis atas krisis minyak, meski berisiko pada hubungan geopolitik dengan Amerika Serikat.
Ketahanan energi menjadi isu super prioritas berbagai negara seiring perang. Akihiro Ondo memaparkan bagaimana gas, hidrogen, dan teknologi pembangkit baru bisa menjadi opsi solusi bagi kawasan.
Gejolak geopolitik di sekitar Selat Hormuz mengancam stabilitas energi global, yang berdampak pada komposisi dan keamanan pasokan minyak mentah serta olahan Indonesia.
Konflik geopolitik di Timur Tengah mengguncang stabilitas pasokan dan harga energi global, mengancam pertumbuhan ekonomi serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Artikel ini membahas bagaimana krisis energi mengungkap kerapuhan masyarakat modern yang sangat bergantung pada sistem energi kompleks, terutama saat distribusi terganggu oleh gejolak geopolitik.
Ketahanan Energi Indonesia mendapat alarm keras menyusul lonjakan harga minyak dunia, mempertegas urgensi diversifikasi dari energi fosil menuju target energi terbarukan 23% pada 2025.
Asia Tenggara menghadapi kerentanan ekonomi dan ilusi otonomi yang rapuh akibat ketergantungan energi dan dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap kawasan.
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjadi alarm bagi ketahanan energi Indonesia yang masih bergantung impor minyak, mendesak perlunya strategi transisi yang aman.
Perjanjian dagang AS-RI dikhawatirkan memperkuat ketergantungan pada energi fosil, mengancam ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga akibat konflik Timur Tengah.
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mengancam stabilitas pasokan energi global, yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional Indonesia sebagai negara pengimpor.
Ketahanan energi Indonesia rentan karena cadangan BBM hanya 23 hari dan ketergantungan impor minyak, terutama saat konflik di Timur Tengah mengancam pasokan global.
Indonesia dan Malaysia masuk kelompok negara dengan keamanan energi relatif baik, dibandingkan dengan sederet negara lain. Namun, masih tertinggal soal keberlanjutan lingkungan.
Wacana Presiden Prabowo menanam sawit di Papua untuk biodiesel dikritik karena dinilai mengabaikan bencana di Sumatra dan berpotensi memperbesar kerentanan lingkungan.
PIS mengangkut total 170 miliar liter energi pada 2025, terdiri atas 107 miliar liter untuk pasar domestik (minyak mentah, produk kilang, BBM, LPG) dan 63 miliar liter untuk pasar internasional.