Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mengancam stabilitas pasokan energi global, yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional Indonesia sebagai negara pengimpor.
Ketahanan energi Indonesia rentan karena cadangan BBM hanya 23 hari dan ketergantungan impor minyak, terutama saat konflik di Timur Tengah mengancam pasokan global.
Indonesia dan Malaysia masuk kelompok negara dengan keamanan energi relatif baik, dibandingkan dengan sederet negara lain. Namun, masih tertinggal soal keberlanjutan lingkungan.
Wacana Presiden Prabowo menanam sawit di Papua untuk biodiesel dikritik karena dinilai mengabaikan bencana di Sumatra dan berpotensi memperbesar kerentanan lingkungan.
PIS mengangkut total 170 miliar liter energi pada 2025, terdiri atas 107 miliar liter untuk pasar domestik (minyak mentah, produk kilang, BBM, LPG) dan 63 miliar liter untuk pasar internasional.
Pemerintah menetapkan kebijakan baru pengelolaan migas yang melibatkan rakyat melalui koperasi, BUMD, dan UMKM. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menumbuhkan ekonomi daerah.
Revitalisasi tangki LNG Arun capai 81%. Proyek strategis PGN ini ditargetkan beroperasi akhir 2025 untuk memperkuat bisnis LNG dan mendukung ketahanan energi nasional.