Permintaan Lesu, Mayoritas Harga Produk Tambang yang Diekspor RI Turun

Harga komoditas tambang dunia turun seteah sebelumnya sempat menunjukkan tren kenaikan harga.
Tia Dwitiani Komalasari
1 Oktober 2022, 21:07
Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022).
ANTARA FOTO/Dian Kandipi/wpa/hp.
Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022).

Hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga pada periode Oktober 2022. Padahal harga komoditas produk tambang tersebut sempat menunjukkan tren kenaikan harga pada periode sebelumnya.

Tren harga ini dipengaruhi melemahnya permintaan di pasar dunia. Hal itu turut memengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Oktober 2022.

"Mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar mengalami penurunan harga dikarenakan turunnya permintaan atas produk tersebut di pasar dunia," ungkap Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian PErdagangan, Veri Anggrijono, dala, keterangan tertulis, Sabtu (1/10).

Produk pertambangan yang harganya turun pada Oktober 2022 adalah:

1. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 2.974,01/WE atauturun sebesar 0,17%
2. Konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar US$ 85,04/WE atau turun sebesar 5,70%
3. Konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 43,45/WE atau turun sebesar 5,70%;
4. Konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$ 223,56/WE atau turun sebesar 1,54%;
5. Konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 796,49/WE atau turun sebesar 7,06%;
6. Konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 974,23/WE atau turun sebesar 2,17%;
7. konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 50,78/WE atau turun sebesar 5,70%;
8. Konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata US$ 471,13/WE atau turun sebesar 4,68%;
9. Konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata US$ 1.448,52/WE atau turun sebesar 5,67%
10. bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 31,37/WE atau turun sebesar 4,69%.

Advertisement

Sementara untuk komoditas produk pertambangan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54%) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan.

Sebagaimana pada periode sebelumnya, Veri mengatakan, penetapan HPE produk pertambangan periode Oktober 2022 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait.

Masukan dan usulan dari ESDM didasarkan kepada perhitungan berbasis data perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME).

HPE kemudian ditetapkan setelah dilakukannya rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ketentuan HPE periode Oktober 2022 ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 September 2022.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait