Serikat Buruh Protes soal Pekerja di Bawah 45 Tahun Kembali Bekerja

KSPI mendapat laporan buruh yang menderita positif Covid-19 maupun meninggal karena terinfeksi virus tersebut.
Image title
Oleh Antara
13 Mei 2020, 08:56
KSPI, buruh, Covid-19, usia di bawah 45 tahun kembali bekerja
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/wsj.
Petugas mendampingi buruh linting rokok menuju pemeriksaan rapid test Covid-19 di Desa Gesikan, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2020).

Serikat buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengkritisi kebijakan pemerintah yang mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah kembali bekerja di luar rumah saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Alasannya, protokol World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia dalam pencegahan penularan Covid-19 menetapkan pentingnya jaga jarak atau physical distancing dan menghindari berkerumun.

"Dengan kata lain, usia 45 tahun ke bawah bukan jaminan kebal dengan corona," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam siaran tertulis, dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

(Baca: Warga di Bawah 45 Tahun yang Boleh Kerja Lagi Terbatas di 11 Sektor)

Said menyatakan dia menerima data banyak pekerja berusia di bawah 45 tahun yang meninggal dunia dan positif Covid-19 dari tempat bekerja, berusia di bawah 45 tahun.

Dia menyebutkan buruh yang meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di antaranya dua orang di PT PEMI Tangerang. Adapun buruh yang meninggal setelah positif corona yakni satu orang di PT Denso, satu orang di PT Yamaha Music, dan dua orang buruh PT Sampoerna. Said juga menerima data puluhan buruh yang saat ini positif corona.

"Jadi sikap pemerintah yang memperbolehkan bekerja kembali, sama saja mempertaruhkan nyawa buruh di tengah pandemi corona," ujar Said.

(Baca: Dua Karyawan Meninggal Akibat Covid-19, Sampoerna Tutup Pabrik)

Advertisement

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meluruskan pernyataannya mengenai anggota masyarakat berusia 45 tahun ke bawah yang diizinkan kembali beraktivitas. Pernyataan Doni sempat menuai kritik berbagai kalangan.

Masyarakat berusia 45 tahun ke bawah yang kembali bekerja hanyalah di 11 bidang kegiatan yang diatur dalam pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Jadi ada 11 bidang kegiatan yang bisa diizinkan," kata Doni Monardo usai rapat terbatas melalui konferensi video, Selasa (12/5).

(Baca: Doni Monardo: Usia di Bawah 45 Tahun Bisa Kerja Lagi di Luar Rumah)

Sebelas bidang kegiatan tersebut antara lain: toko-toko kebutuhan pokok dan bahan penting, perbankan, media cetak dan elektronik, penyelenggaran telekomunikasi dan infrastruktur data, distributor kebutuhan pokok dan barang penting.

Kemudian, penyedia bahan bakar minyak dan gas, pembangkit listrik, layanan pasar modal, layanan ekspedisi barang, layanan penyimpanan dan pergudangan dingin, serta layanan keamanan pribadi. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Keputusan ini diambil mengingat masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun tak rentan meninggal dunia akibat corona. Ini merujuk pada data yang menyebutkan angka kematian akibat corona dari kelompok muda berusia di bawah 45 tahun sebanyak 15%.

Said mengatakan sebelum pernyataan dari pemerintah itu, sudah banyak perusahaan yang memperkerjakan buruh meski dalam situasi PSBB. "Mayoritas industri di manufaktur baru akan meliburkan buruh pada H-3 lebaran sampai dengan H+3," kata Said.

Said mengatakan kebutuhan pokok masyarakat termasuk buruh yang terdampak pandemi Covid-19 harus dipenuhi negara sebagaimana amanat konstitusi. "Kami meminta agar pabrik-pabrik yang saat ini masih bekerja segera diliburkan dengan tetap membayar upah dan THR (tunjangan hari raya) secara penuh," ujarnya.

KSPI meminta agar pemerintah menambah anggaran untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada para buruh yang terdampak sebagai bentuk subsidi upah. Serikat buruh ini juga mendesak agar dana kartu prakerja bagi korban PHK diberikan semuanya dalam bentuk tunai.

(Baca: THR: Dilema dan Polemik di Pusaran Pandemi Corona)



 

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait