Harga Minyak Goreng Curah di Jakarta Masih Mahal, Kapan akan Turun?

Pengusaha minyak sawit memperkirakan HET minyak goreng curah di pasar akan tercapai paling lambat akhir Mei 2022.
Image title
4 Mei 2022, 18:16
minyak goreng
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.
Warga antre membeli minyak goreng curah pada Gebyar 2 Ton Minyak Goreng Curah di Terminal Tegal, Denpasar, Bali, Sabtu (30/4/2022).

Harga minyak goreng curah di Jakarta masih berada di atas Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah senilai Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram (kg).

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, minyak goreng curah di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dibanderol Rp Rp 20.000 per kg. Pedagang di pasar itu, Sarwo, mengatakan ia mendapatkan untung Rp 3.000 per kg. "Modal minyak goreng curah ini Rp 17.000 per kg," kata Sarwo saat ditemui di lapaknya yang terletak di blok A, Rabu (4/5).

Pria kelahiran Purwokerto 48 tahun lalu mengatakan dia membeli minyak goreng curah dari agen sebanyak 150 kg atau 10 jeriken. Para agen membatasi pembelian minyak goreng kepada pedagang maksimal 10 jeriken dengan kapasitas 15 kg per jeriken.

Sarwo menuturkan, meski dia menjual minyak goreng curah di atas HET, masih banyak yang membeli dalam jumlah banyak. Kebanyakan para pembeli berasal dari kelompok pedagang warung makan dan penjual gorengan.

Advertisement

Setiap hari Sarwo mampu menjual tiga jeriken minyak curah atau 50 kg per hari. Dia mengatakan, banyak pembeli yang masih kesulitan mendapatkan pasokan minyak goreng. Apalagi saat ini masih banyak pedagang yang menutup tokonya karena mudik lebaran.

Para pedagang minyak curah di beberapa pasar tradisional di Jakarta masih belum membuka lapaknya. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, sebagian besar pedagang dan agen di Pasar Mampang Prapatan, Pasar Palmerah, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Cimanggis, dan Pasar Manggarai masih belum beroperasi.

Seorang ibu rumah tangga bernama Endang pun merasa kesulitan saat mencari minyak goreng di Pasar Mampang Prapatan. "Saya mau cari minyak goreng untuk masak keperluan katering, tidak banyak, tapi sulit mencarinya," kata Endang.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), yang terakhir diperbaharui pada 28 April 2022 menunjukkan rata-rata harga jual minyak goreng curah berada di harga Rp 19.650 per kg. Adapun harga minyak goreng curah di wilayah DKI Jakarta berada di harga Rp 21.350 per kg. Harga minyak goreng curah tertinggi ada di Kabupaten Marauke dengan Rp 27.500 per kg. Sementara harga terendah ada di Kota Kupang dengan Rp 13.500 per kg.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghentikan ekspor CPO dan produk turunannya mulai 28 April 2022. Jokowi berjanji akan mencabut ekspor tersebut jika harga minyak goreng di seluruh pasar di Indonesia sudah mencapai HET.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma mengatakan, aturan ini membuat harga minyak goreng curah cenderung turun. Namun, penurunan harga minyak goreng curah belum terlalu signifikan. "Dari data yang dihimpun KSP, per 2 Mei, harga minyak goreng curah di pasaran sudah di bawah Rp 20 ribu,” kata Panutan dalam keterangan pers, Rabu (4/5).

“Trennya melandai dan cenderung turun," tambah dia.

Menurutnya, butuh waktu untuk melihat efektivitas kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng terhadap ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng di pasaran. Terlebih lagi, kebijakan ini baru berjalan satu minggu.

"Masih butuh waktu untuk melihat outcome-nya. Apalagi kebijakan baru berjalan satu minggu ini," ujarnya.

Panutan mengatakan Kantor Staf Presiden bersama kementerian/lembaga terus melakukan pemantauan di lapangan. Ini agar pelaksanaan kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya berjalan efektif dan terukur.

Adapun pengusaha minyak sawit memperkirakan HET minyak goreng curah di pasar akan tercapai paling lambat akhir Mei 2022. Dengan demikian, larangan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya bisa dicabut.

Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengatakan, saat ini industri sawit sudah memenuhi penugasan Kementerian Perindustrian untuk memasok 191.000 ton minyak goreng curah per bulan.  Hingga Rabu (27/4), volume produksi industri minyak goreng curah telah mencapai 190.000 ton 

"Artinya, volume penugasan itu bisa dicapai," ujarnya kepada Katadata, Kamis (28/4).

Namun, industri mengalami kendala dalam mendistribusikan paoskan tersebut karena tidak memiliki jaringan distribusi ke daerah. Oleh sebab itu, Sahat mengatakan, industri mengapreasiasi peran Perum Bulog dan Holding Pangan yang akan mendistribusikan pasokan minyak goreng curah. 

Perusahaan BUMN tersebut telah memiliki jaringan distribusi ke seluruh kabupaten/kota di penjuru negeri. Dengan demikian, distribusi akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sahat mengatakan, larangan ekspor CPO dan produk turunannya tidak akan berdampak signifikan pada 10 hari pertama sejak diterapkan.  Sebab, waktu dimulainya larangan ekspor tersebut berdekatan dengan cuti bersama yang akan berlangsung hingga 8 Mei 2022. 

"Nggak ada pengaruh (pelarangan ekspor tersebut ke industri sawit nasional), karena pekerja pabrik juga libur 10 hari untuk lebaran seperti biasa. Jadi aman-aman saja," kata Sahat.

 

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait