Tren Pelesiran Tumbuh, Bank Mandiri Genjot Kredit Paket Pariwisata

Bank Mandiri mengatakan semakin banyak masyarakat kelas menengah yang gencar berwisata ketimbang membeli kebutuhan lain. Sehingga mereka menawarkan kartu kredit dengan promosi pariwisata.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
28 Agustus 2017, 12:43
turis domestik
ANTARA FOTO/R Rekotomo
Wisatawan domestik berfoto di lokasi wisata Bukit "Love" Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (5/4).

PT Bank Mandiri Tbk., mengincar pertumbuhan yang lebih besar di sektor konsumer dalam merespon pergeseran pola belanja konsumen kelas menengah saat ini. Pembiayaan sektor konsumer pada enam bulan pertama menunjukkan pertumbuhan 20% atau mencapai Rp 91,3 triliun.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan pembiayaan sektor konsumer yang akan disasar yakni sektor properti, kendaraan bermotor, hingga kartu kredit. Khusus untuk kartu kredit, Bank Mandiri akan menyasar promosi pariwisata. Alasannya banyak masyarakat kelas menengah yang gencar berwisata ketimbang membeli kebutuhan lain.

"Kalau kami lihat, (pertumbuhan) kebutuhan beras relatif flat. Tapi tiket dan hotel naik luar biasa," kata Tardi dalam pemaparan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan lalu.

Bank Mandiri telah menggandeng perusahaan travel daring Traveloka untuk mendongkrak transaksi kartu kredit. Dalam program ‘Jelajah Keindahan Indonesia’, Bank Mandiri akan memberikan promo untuk pemesanan hotel, pesawat, dan atraksi di 10 destinasi wisata yang kerap disebut sebagai ‘Bali Baru’.  (Baca: Bank Mandiri Gandeng Traveloka Genjot Transaksi Kartu Kredit)

Senior Vice President Credit Card Bank Mandiri Vira Widyasari pernah menuturkan, transaksi kartu kredit perusahaannya pada akhir Juli 2017 naik 9,6%. Dari angka itu, sekitar 17% merupakan transaksi yang terkait dengan perjalanan, baik untuk pemesanan hotel maupun travel.

Program kerja sama dengan Traveloka sebagai upaya meningkatkan transaksi kartu kredit Bank Mandiri secara online. “Strategi kami untuk meningkatkannya adalah dengan banyak kerja sama dengan airlines, lalu dengan travel agent seperti Traveloka ini. Sehingga, nasabah dimudahkan untuk order tiket maupun hotel,” kata Vira.

(Baca: Darmin Sebut Tren Konsumsi Berubah Kini Masyarakat Lebih Suka Rekreasi)

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro menyatakan ada pergeseran pola konsumsi masyarakat kelas menengah yang memilih rekreasi atau menikmati waktu senggang ke luar kota.

Fenomena ini terlihat dari kemacetan yang sering terjadi di sepanjang ruas tol Jagorawi arah Puncak, Bogor dan tiket kereta api yang terjual habis saat akhir pekan yang panjang menjadi salah satu parameternya.

Sebenarnya, lanjut Ari, nilai pendapatan bulanan masyarakat kelas menengah tidak mengalami peningkatan yang berarti. Tapi, untuk menunjukkan aktualisasi kelasnya, masyarakat golongan menengah ini harus membuat pilihan antara membeli barang elektornik atau melakukan hal lain. “Dan mereka memilih jalan-jalan,” kata Ari.

(Baca: Bank Mandiri Siapkan Strategi Bidik Kredit Mikro Rp 65 Triliun)

Di luar pembiayaan kartu kredit, Bank Mandiri akan meningkatkan kredit perumahan. Pembiayaan segmen ini tetap tumbuh 13,8% dengan pinjaman mencapai Rp 31,5 triliun, "Ini mengingat gap antara kepemilikan (hunian) dan kebutuhan masih besar," ujar Tardi.

Untuk kredit kendaraan bermotor, Tardi juga melihat masih ada peluang meningkatkan pembiayaan, terutama di jenis kendaraan roda dua hingga roda empat yang memiliki spesifikasi lebih premium. Apalagi sektor pinjaman khusus otomotif  ini juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 24,9% menjadi Rp 23,7 %. "Misal dulu masyarakat beli motor (Honda) Mio, sekarang mereka bisa membeli (Yamaha) NMAX," katanya.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait