Tol Danau Toba dan Serang-Panimbang Dibangun Semester Ini

Wijaya Karya sedang mencari sindikasi perbankan yang siap mengucurkan dana sebelum tengah tahun. "Paling tidak kami bisa memulai (konstruksi) pada April."
Ameidyo Daud Nasution
22 Februari 2017, 14:25
jalan tol
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menargetkan proses konstruksi dua ruas jalan tol baru dapat dimulai pada semester I tahun ini. Kedua tol itu adalah ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Danau Toba), serta Serang-Panimbang (Banten).

Kepastian ini sejalan dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang ditandatangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan sejumlah BUJT. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, setelah perjanjian diteken maka BUJT dapat langsung bekerja mempersiapkan konstruksi ruas-ruas jalan tol tersebut.

"Jadi selesai PPJT, tidak ada santai, langsung bekerja," katanya, saat acara penandatanganan proyek jalan tol di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/2). (Baca: Dikebut, Pemerintah Targetkan Tol Solo-Ngawi Beroperasi Juni 2017)

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol Kuala Namu hingga Parapat akan digarap oleh tiga perusahaan konstruksi BUMN, yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Toll Road, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sedangkan tol Serang-Panimbang akan digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama dengan PT PP (Persero) Tbk, dan PT Jababeka Tbk.

Mengenai spesifikasinya, tol Serang-Panimbang memiliki panjang 84 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,3 triliun. Sedangkan tol Kuala Tanjung-Parapat merupakan perpanjangan dari ruas tol Tebing Tinggi-Parapat dengan jarak 143 kilometer. Adapun, nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp 13,4 triliun.

(Baca: Pemerintah Siap Gandeng Swasta Garap 22 Proyek Infrastruktur)

Secara terpisah, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi sama-sama menargetkan dua tol baru ini akan masuk konstruksi pada semester I tahun ini. Desi mengatakan, setelah PPJT maka pihaknya akan segera melakukan lelang konstruksi.

Sedangkan Suradi mengatakan, Wijaya Karya sedang mencari sindikasi perbankan yang siap mengucurkan dana sebelum tengah tahun. "Paling tidak kami bisa memulai (konstruksi) pada April," katanya.

Selain dua ruas tol tersebut, pemerintah dan BUJT juga meneken perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Panjangnya 60 kilometer dengan nilai investasi Rp 8,2 triliun. Adapun yang menggarapnya adalah badan usaha swasta yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

(Baca: Konstruksi Tol Serang-Panimbang Ditargetkan Mulai Akhir Tahun)

Namun, CMNP akan menggarap ruas tol seksi III hingga VI, sedangkan seksi I dan II telah dikerjakan pemerintah yang dananya bersumber dari APBN dan pinjaman Cina sejak tahun lalu. "Semua ruas segera dimulai agar tahun 2019 rampung," ujar Basuki.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait