Dijamin PII, Konsorsium Swasta Siap Bangun Tol Krian-Manyar

Mekanisme penjaminan ini akan menurunkan risiko investasi, sehingga dapat meningkatkan partisipasi swasta dan perbankan dalam pembangunan infrastruktur.
Miftah Ardhian
5 Desember 2016, 17:58
Waskita
Arief Kamaludin|KATADATA
Waskita KATADATA|Arief Kamaludin

Pemerintah berupaya mendorong pembangunan proyek-proyek infrastruktur, khususnya jalan tol, dengan melibatkan peran serta perusahaan swasta yang lebih besar. Salah satunya adalah proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) di Provinsi Jawa Timur, yang didukung oleh skema penjaminan risiki oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Penandatanganan Perjanjian Penguasahaan Jalan Tol (PPJT) proyek jalan tol sepanjang 38,29 kilometer (km) ini dilangsungkan pada Senin ini (5/12). Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) proyek ini adalah PT Waskita Bumi Wira, perusahaan patungan yang dimiliki beberapa perusahaan swasta. Perinciannya, anak usaha PT Waskita Karya Tbk, yaitu PT Waskita Toll Road, sebesar 55 persen, PT Energi Bumi Mining sebanyak 25 persen, dan PT Panca Wira Usaha 20 persen.

(Baca: April 2019, Tol Layang Jakarta-Cikampek Ditargetkan Beroperasi)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek ini merupakan prakarsa pertama pihak swasta, atau di luar rencana pemerintah, dengan menggunakan penjaminan risiko oleh PII. Dengan begitu, dia berharap, mekanisme penjaminan ini akan menurunkan risiko investasi, sehingga dapat meningkatkan partisipasi swasta dan perbankan dalam pembangunan infrastruktur.

Advertisement

"Saya menyambut gembira inisiatif ini, semakin membuka potensi untuk membangun infrastruktur di Indonesia," ujar Basuki di Jakarta, Senin (5/12). Sekadar informasi, nilai investasi proyek jalan tol Krian-Manyar ini mencapai Rp 12 triliun.

Ia berharap, proyek tol ini segera berjalan setelah penandatanganan perjanjian tersebut. Sebab, daerah yang dibangun tol ini membutuhkan akses jalan untuk mobilisasi manusia maupun barang secara mudah. Selain itu, adanya tol ini dapat meminimalkan potensi kemacetan di daerah tersebut.

Basuki menargetkan pembangunan tol ini bisa berlangsung paling lambat dua tahun. Jadi, tol ini diharapkan bisa beroperasi pada Juli 2019. (Baca: "Kawal" Proyek Tol, Badrodin Haiti Ditunjuk Jadi Komut Waskita)

Di tempat yang sama, Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menjelaskan, total panjang jalan tol Krian-Manyar ini mencapai 38,29 km yang terbagi menjadi empat seksi. Perinciannya, seksi I Krian-Kedamen sepanjang 9,5 km, Seksi II Kedamen-Boboh (9,1 km), Seksi III Boboh-Bunder (10,57 km), dan Seksi IV Bunder-Manyar (9,12 km).

Choliq menuturkan, proyek tersebut saat ini melakukan pembebasan lahan. Namun, hingga kini, baru 30 persen lahan yang berhasil dibebaskan. "Pertengahan tahun depan (2017) lahan sudah selesai semua," ujarnya.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait