Lepas dari Pertamina, Arief Budiman Jadi Dirut Danareksa

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 13/9/2018, 16.01 WIB

Arief sebelumnya menjabat Direktur Keuangan Pertamina.

Paparan Kinerja Pertamina
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik (kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan Arief Budiman di sela-sela pemaparan kinerja keuangan Pertamina tahun 2016 di Jakarta, Kamis (16/3). PT Pertamina (Persero) menyetor dividen Rp12,1 triliun atau sekitar 29 persen dari total laba bersih 2016 dan membukukan laba bersih sebesar 3,15 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp41,8 triliun,

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantik Arief Budiman menjadi Direktur Utama PT Danareksa (Persero). Arief menggantikan posisi Heru D. Adhiningrat, yang menempati posisi itu selama sembilan tahun.

Pergantian Direktur Utama itu tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa dengan Nomor SK – 241/MBU/09/2018. Isinya tentang pemberhentian dan pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa tertanggal 13 September 2018.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dalam surat tersebut, Heru diberhentikan dengan hormat dari Direktur Utama PT Danareksa (Persero). Adapun Arief Budiman sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina selama periode 2014–2018. "Iya tadi pagi sudah serah terima," kata Head of Corporate Secretary Danareksa, Chairul Iman, Kamis (13/9). 

Arif meraih gelar Sarjana Tehnik Industri dari Institut Tehnologi Bandung (1996) dan memperoleh gelar Master of Business Administration (Honors) dari The Wharton School, University of Pennsylvania. Perjalanan karirnya diawali dari tahum 1997 di Konsultan Booz Allen & Hamilton, Asia, Merryl Lynch (Summer Associate, Invenstment Banking) (2001), Booz Allen & Hamilton, USA (Associate, 2003 – 2004) dan PT McKinsey Indonesia (jabatan terakhir President Director 2004 – 2014).

Adapun posisi Direktur Keuangan Pertamina kini dipimpin oleh Pahala Nugraha Mansury. Pahala sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk.

(Baca: Pertamina Dirombak Lagi, Mantan Dirut Garuda Jadi Direktur Keuangan)

Selain itu Kementerian BUMN juga  merombak jajaran Pertamina lainnya. Mereka adalah Heru Setiawan yang menjadi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia. Sebelumnya posisi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko diemban oleh Gigih Prakoso, kini Gigih menjadi Direktur Utama PGN.

Selain itu Kementerian BUMN juga melantik Ignatius Talullembang sebagai Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Senior Vice President Project Execution Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia