Sebanyak 51 Anak Usaha Milik Garuda, Pertamina & Telkom akan Dipangkas

Langkah rasionalisasi berupa peleburan dan likuidasi diambil karena banyak anak dan cucu usaha BUMN memiliki portofolio yang sama, sehingga tidak efisien.
Image title
3 April 2020, 15:19
Ilustrasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Kementerian BUMN berencana meleburkan dan melikuidasi 51 anak usaha dari tiga perusahaan BUMN, yakni Garuda Indonesia, Pertamina dan Telkom.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Kementerian BUMN berencana meleburkan dan melikuidasi 51 anak usaha dari tiga perusahaan BUMN, yakni Garuda Indonesia, Pertamina dan Telkom.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meleburkan dan melikuidasi 51 anak usaha dari tiga perusahaan, yakni PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

Langkah ini dilakukan, karena banyak anak atau cucu usaha perusahaan BUMN memiliki kesamaan portofolio dan juga kurang optimal memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk.

Good Corporote Governance fokus pada core business dan efisiensi yang berkelanjutan. Proses bisnis yang benar harus diutamakan daripada project base,” kata Menteri BUMN Erick Tohir dalam video conference, Jumat (3/4).

Ia menjelaskan, proses penyederhanaan sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir 2019 dan terus berjalan hingga saat ini.  Harapannya, rasionalisasi dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi Negara.

Dalam prosesnya, Erick menekankan kepada perusahaan BUMN, untuk sebisa mungkin meminimalisir pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM).

Oleh karena itu, masing-masing BUMN ia instruksikan, untuk segera menyiapkan strategi dan skenario rasionalisasi atau konsolidasi terhadap karyawan. Salah satu caranya, melalui optimalisasi dan alih tugas antar anak usaha maupun dengan induk.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan masing-masing BUMN guna memastikan bahwa proses ini dijalankan dengan berpedoman pada Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan lain yang berlaku," ujar Erick.

(Baca: Erick Thohir Bakal Merger atau Likuidasi BUMN dengan Bisnis Tak Jelas)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan akan melikuidasi dan divestasi 25 anak dan cucu perusahaan.

Ia menjelaskan tahun ini, perusahaan akan melikuidasi tujuh perusahaan dan divestasi satu perusahaan. Sedangkan, proses likuidasi dan divestasi 17 perusahaan lainnya akan dilakukan tahun depan.

"Kami sudah mengidentifikasi adanya 25 perusahaan yang bisa kami lakukan likuidasi dan divestasi. Sebagian besar ini adalah perusahaan yang secara operasional sudah tidak berjalan," kata Nicke.

Saat ini, Pertamina memiliki 25 perusahaan yang non-aktif dan siap untuk dilakukan rasionalisasi. Dari 25 perusahaan tersebut, empat perusahaan sudah berstatus Dalam Likuidasi (DL), tiga perusahaan diusulkan untuk likuidasi, dan satu perusahaan diusulkan untuk divestasi.

"Sehingga dalam jangka pendek pada tahun 2020 akan ada rasionalisasi sejumlah 8 perusahaan. Proses rasionalisasi ini akan terus berlanjut setelah tahun 2020," kata Nicke.

Sementara, Telkom akan melakukan konsolidasi 20 anak perusahaan yang memiliki kesamaan portofolio ataupun yang saat ini masih kurang optimal dalam memberikan nilai tambah. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, proses konsolidasi akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2021.

"Untuk 2020-2021, kami akan kurangi sekitar 20 perusahaan dan ke depan bisa saja jumlahnya bertambah," ujarnya.

Ririek menambahkan, pemangkasan anak dan cucu usaha itu akan memberikan dampak positif bagi perseroan. Sementara, untuk pegawai pada perusahaan yang digabungkan, akan dialihkan ke entitas anak lainnya.

Selanjutnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perusahaan memutuskan untuk rasionalisasi enam anak usaha. Termasuk diantaranya adalah Garuda Tauberes.

Menurutnya, upaya rasionalisasi akan memberikan dampak positif, karena Garuda bisa kembali fokus pada bisnis intinya. Apalagi,  enam cucu usaha yang akan dirasionalisasi kinerja operasionalnya belum optimal, dalam memberikan return dan nilai tambah bagi Garuda Indonesia.

(Baca: Erick Thohir Akan Merger dan Likuidasi BUMN Jadi 100 Perusahaan)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait