Meski Diwarnai Aksi Jual Asing, IHSG Mampu Menguat Tipis 0,03%

Meski mencatatkan penguatan, pergerakan IHSG masih diwarnai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 358,83 miliar.
Image title
18 Mei 2020, 12:28
Ilustrasi, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski mencatatkan penguatan, pergerakan IHSG masih diwarnai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 358,83 miliar.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Ilustrasi, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski mencatatkan penguatan, pergerakan IHSG masih diwarnai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 358,83 miliar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (18/5). Pada perdagangan sesi pertama ini, IHSG berada di level 4.509,05, naik tipis 0,03% dibandingkan level pembukaan.

Meski demikian, sepanjang sesi perdagangan IHSG terlihat bergerak fluktuatif. Dibuka di level 4.507,6, IHSG sempat bergerak melemah ke level 4.487,17 kemudian naik hingga level tertinggi di 4.527,96 sebelum turun kembali ke posisi level penutupan.

Saham-saham yang tercatat mengalami peningkatan harga yang signifikan sepanjang sesi pertama antara lain, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), dengan jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 45,7 juta saham. Saham BBKP tercatat naik 14,52% di level Rp 142 per saham.

Disusul oleh saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), yang ditransaksikan sebanyak 30,4 juta saham, dengan besaran Rp 41,4 miliar. Saham LPPF tercatat naik 9,96% di level Rp 1.380 per saham. Kemudian, diikuti oleh saham PT Smarfren Telecom Tbk (FREN), yang naik 6,19% di level Rp 103 per saham.

Advertisement

Urutan keempat ditempat oleh saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang ditransaksikan sebanyak 28,5 juta saham, dengan nominal transaksi Rp 27,6 miliar. Saham ADRO tercatat naik 5,95% di level Rp 980 per saham. Diikuti oleh saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY), yang naik 5,94% di level harga Rp 107 per saham.

Meski demikian, sepanjang sesi pertama investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sale di semua pasar, dengan nominal sebesar Rp 358,83 miliar. Dari lima besar saham yang paling banyak dijual asing, tiga di antaranya merupakan saham emiten perbankan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dilego investor asing, dengan penurunan harga sebesar 2,68%. Saham BBRI akhirnya ditutup di level harga Rp 2.180 per saham.

(Baca: IHSG Diramal Naik, Investor Cermati Kebijakan BI hingga Perang Dagang)

Disusul oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang volume perdagangannya mencapai 12,3 juta saham, dengan total transaksi Rp 294,6 miliar. Saham BBCA tercatat turun 0,31% di level Rp 23.850 per saham. Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang turun 1,6% di level Rp 3.700 per saham.

Pergerakan IHSG yang menguat ini sejalan dengan penguatan indeks-indeks di Asia. Indeks Nikkei 225 misalnya, tercatat naik 0,57% di level 20.150,39. Kemudian, Indeks Hang Seng Hong Kong, juga tercatat menguat 0,4% di level 23.892,24.

Diikuti oleh Shanghai Composite Index, yang menguat 0,6% di kevel 2.885,83. Sementara, indeks Strait Times Singapura menguat 0,74% di level 2.542,1.

Penguatan IHSG sejalan dengan prediksi analis, yang mengatakan secara teknikal ada ruang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau pada hari ini.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menilai, IHSG akan bergerak menguat, dengan support pertama di level 4.443, dan support kedua di level 4.318. Sementara, area resistance diprediksi berada di rentang level 4.569-4.747.

Selain Nafan, penguatan IHSG juga diprediksi oleh Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi. Menurutnya,  indeks saham akan  menguat berdasarkan secara teknikal dengan area support dan resistance di level 4.475 hingga 4.660.

(Baca: Pikul Beban Baru sebagai Bank Jangkar, Harga Saham Bank Kakap Anjlok)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait