Jokowi Target Ratusan UMKM Naik Kelas Usai Gandeng 59 Korporasi Besar

Sebanyak 59 perusahaan akan menggandeng 196 UMKM dalam kegiatan rantai pasoknya. Potensi nilai kerja sama tersebut mencapai Rp 1,5 triliun.
Image title
Oleh Rizky Alika
18 Januari 2021, 12:10
jokowi, umkm, korporasi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pool/wsj.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan saat pemberian bantuan modal kerja di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2020). Jokowi berharap UMKM naik kelas dengan kerja sama dengan 59 perusahaan besar.

Sebanyak 196 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menandatangani kerja sama berpotensi Rp 1,5 triliun dengan 59 perusahaan domestik dan asing. Presiden Joko Widodo pun mengharapkan langkah tersebut dapat mendorong UMKM untuk naik kelas.

Kerja sama ini akan mendorong UMKM untuk masuk dalam rantai pasok global. Tak hanya itu, kualitas usaha UMKM bakal semakin kompetitif, memiliki desain yang lebih baik, dan memiliki akses perbankan lebih baik.

"Semua diperbaiki dan manfaatkan kolaborasi dengan usaha besar ini,” kata Jokowi dalam sambutannya secara virtual di acara penandatanaganan tersebut, Senin (18/1).

Dengan kerja sama tersebut, UMKM dapat mempelajari skema kerja dari perusahaan besar dalam negeri dan asing. Jokowi juga berharap pengusaha kecil bisa belajar untuk meningkatkan nilai tambah dan distribusi produk. 

"Itu yang kami inginkan sehingga secara signifikan mengingkatkan kelas dan daya saing UMKM kita di pasar global," ujar Presiden.

Selain itu, mantan Walikota Solo ini meminta kemitraan tersebut diperluas agar ekspor produk UMKM meningkat. Harapannya, pelaku usaha besar dan usaha kecil bisa saling memperoleh keuntungan.

"Bisnis model kemitraan seperti ini harus terus dilembagakan, harus menemukan pola relasi yang menguntungkan, semua harus untung," ujar dia.

Pemerintah pun terus berupaya untuk membangun ekosistem yang kondusif agar kolaborasi usaha besar dengan UMKM memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Ia meminta jajarannya untuk memperluas kerja sama tersebut pada masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan koordinasi kerja sama antara UMKM dan pengusaha akan berlangsung setiap bulan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari arahan Jokowi dalam rapat kabinet beberapa waktu yang lalu. Selain itu, kemitraan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Aturan tersebut menyebutkan, setiap pemerintah daerah atau pusat dengan kewenangan wajib memfasilitasi UMKM dan usaha besar kecil mikro dalam rantai pasok demi meningkatkan kompetensi usaha. "Ini bagian dari ikhtiar kami," ujar Bahlil.

Dari penjelasan BKPM, 59 perusahaan tersebut terdiri dari 29 kegiatan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 27 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Adapun UMKM yang terlibat sebanyak 196 usaha.

Salah satu perusahaan yang terlibat dalam kemitraan ini adalah produsen bahan makanan yakni PT Cheil Jedang Indonesia yang menggandeng 3 UMKM. Presiden Direktur PT Cheil Jedang Shin Hee Sung berharap kerja sama ini mampu mengangkat usaha kecil untuk berkembang. “Harapannya bisa lebih baik ke depan,” katanya.

Hal yang sama juga dilakukan produsen garmen besar yakni PT Pan Brothers Tbk. Mereka mengajak 13 UMKM masuk dalam rantai pasok usahanya. “Kami harap program ini nyata dan berdampak pada percepatan ekonomi Indonesia,” kata Vice CEO Pan Brothers Anne Patricia Sutanto.

Video Pilihan

Artikel Terkait