Jokowi Dukung Pagar Alam Jadi Kota Pertama Nol Emisi Karbon Indonesia

Kota Pagar Alam mengandalkan sumber energi dari air hingga panas bumi. Jokowi meminta Menteri BUMN Erick Thohir mempercepat transisi energi ramah lingkungan di wilayah lain
Image title
24 Januari 2022, 20:25
jokowi, pagar alam, energi terbarukan
Antara
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi kota Pagar Alam, Sumsel, Senin (24/1). Foto: Antara

Pemerintah telah berkomitmen menekan emisi karbon guna menghentikan pemanasan global. Presiden Joko Widodo pun mendukung Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan untuk menjadi kota pertama di Indonesia dengan nol emisi.

Saat ini, 100% kebutuhan listrik di Pagar Alam berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Jokowi memperkirakan, kota tersebut bisa menjadi nol emisi apabila transportasi di kota tersebut menggunakan kendaraan listrik.

"Tinggal menindaklanjuti seterusnya, ini akan menjadi kota dengan zero emission yang pertama," kata Jokowi di Pagar Alam, Senin (24/1).

Ia pun mengapresiasi penggunaan EBT dalam memasok kebutuhan listrik di Pagar Alam. Ia memperkirakan, kota tersebut akanmenjadi kota dengan keindahan alam serta bebas dari polusi.

Advertisement

Mantan Wali Kota Solo itu berharap Pagar Alam bisa menjadi kota hijau. "Kotanya sangat hijau, energinya juga hijau," ujar dia.

Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki potensi EBT mencapai 418 ribu Megawatt (MW). EBT itu berasal dari tenaga air, panas bumi, arus bawah laut, panas permukaan laut, angin, dan tenaga surya. Namun, saat ini RI sudah ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil dari batu bara.

Untuk itu, transisi menuju EBT diperlukan, seluruh negara sudah memulai transformasi. Kepala Negara pun meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk membantu transisi energi di tempat-tempat yang memungkinkan.

"Mulai direncanakan pemerintah pusat akan membantu di tempat-tempat yang bisa kita bantu," ujar Presiden.

Adapun, Pagar Alam dilayani oleh PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pagaralam. Unit layanan tersebut berada di bawah wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB).

Dengan jumlah pelanggan sebanyak 41.666 dan kWh jual sebesar 59,32 juta kWh atau setara 6,77 MW, kota ini memiliki beban puncak kelistrikan sebesar 8,2 MW. Sedangkan sumber pasokan kelistrikan kota Pagar Alam didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Green Lahat berkapasitas 9,99 MW yang dialirkan melalui Gardu Induk Pagar Alam.

Beberapa pembangkit EBT mendominasi dalam pasokan kelistrikan kota tersebut. Selain PLTM Green Lahat ada pula Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai dengan kapasitas 55 MW di Kabupaten Muara Enim.

Selanjutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rantau Dadap sebesar 91,2 MW di Kabupaten Muara Enim serta Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam yg dioperasikan PT Supreme Energy Rantau Dadap.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait