Kasus Covid Menurun, Jokowi Perbolehkan Tarawih Berjemaah di Masjid

Kementerian Kesehatan sebelumnya membuka peluang untuk melonggarkan protokol kesehatan saat Ramadan. Jokowi tetap ingatkan jaga prokes.
Image title
23 Maret 2022, 18:13
jokowi, ramadan, tarawih, covid-19
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Umat muslim menunaikan ibadah shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Situasi pandemi Covid-19 terus mengalami perbaikan usai puncaknya pada pertengahan Februari 2022 lalu. Untuk itu, Presiden Joko Widodo memperbolehkan masyarakat untuk ibadah tarawih di masjid pada bulan Ramadan.

"Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi dalam keterangan pers, Rabu (23/3).

Kepala Negara juga mempersilakan mudik saat Idul Fitri. Namun, mudik diperbolehkan bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 penguat (booster).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan membuka peluang untuk melonggarkan protokol kesehatan saat Ramadan, yaitu jaga jarak saat beribadah. Namun, pelonggaran perlu diimbangi dengan protokol lainnya, seperti kewajiban membawa sajadah pribadi dan alat salat masing-masing.

Advertisement

"Misalnya pada kegiatan tertentu seperti aktivitas di tempat ibadah karena kita mau memasuki bulan Ramadan, mungkin jaga jarak sudah tidak lagi dijadikan salah satu indikator," kata Nadia dalam konferensi pers daring, Selasa (8/3).

Pemerintah menyatakan tidak akan terburu-buru mengubah status protokol dari pandemi menjadi endemi Covid-19. Pemerintah akan menerapkan kebijakan relaksasi jika didukung data-data ilmiah dan analisis pakar.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengatakan Presiden Joko Widodo menekankan penanganan kasus Covid-19 perlu memperhatikan aspek kehati-hatian. Presiden tidak ingin Indonesia kembali pada situasi awal pandemi.

"Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian," ujar Abraham melalui keterangan tertulis pada Rabu (2/3).

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait