Amankan Operasional PLTU, PLN Siapkan 11 Juta Ton Batu Bara

Katadata/Muhammad Fajar Riyandanu
PLTU Tanjung Jati B di Jepara, Jawa Tengah.
4/11/2022, 19.22 WIB

Melansir Minerba One Data Indonesia (MODI), produksi penjualan batu bara hingga akhir Oktober mencapai 559,59 juta ton atau 83,9% dari target produksi akhir tahun sebanyak 663 juta ton. Selanjutnya, penjualan di pasar ekspor sejumlah 224,53 juta ton atau 45,15% dari rencana tahunan di angka 497,25 juta ton.

Sementara, penjualan dalam negeri sebesar 167,09 juta ton. Adapun realisasi penjualan ke PLN dengan harga domestic market obligation (DMO) US$ 70 per ton, berada di angka 128,76 juta ton atau 77,68% dari rencana tahun 2022 sebanyak 165,75 juta ton.

Sebelumnya, Kementerian ESDM melaporkan pasokan batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN berada pada level 15-20 hari operasi (HOP). Sehingga aman untuk pembangkitan listrik sampai akhir tahun ini.

"Kalau HOP mungkin sudah di atas 15 hari, di beberapa lokasi 20 hari. Aman," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Rida Mulyana saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (4/11).

Rida menambahkan, adanya faktor cuaca yang menjadi kendala tahunan sejauh ini belum mengganggu operasional PLN. Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara juga telah menerbitkan surat kepada para penambang agar menuntaskan kewajiban pengiriman batu bara ke PLN.

"Cuaca yang tidak bersahabat itu kan selalu berulang tiap tahun, namun sampai saat ini belum ada yang sampai menganggu operasional PLN," ujar Rida.

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu