Rupiah Menguat Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga

Arief Kamaludin (Katadata)
Rupiah menguat terhadap dolar AS pasca keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya kemarin, Rabu (20/3).
Penulis: Sorta Tobing
21/3/2019, 12.09 WIB

“Kami melihat adanya pelemahan tapi bukan resesi,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell. Seiring dengan keputusan ini, ia akan menghentikan penyusutan portofolio obligasi pada September nanti. The Fed akan mengganti efek beragun aset (EBA) yang jatuh tempo dengan obligasi pemerintah AS mulai Oktober 2019.

(Baca: Investor Saham Tunggu Arah Bunga Acuan BI dan The Fed, IHSG Naik 0,1%)

The Fed akan menyiapkan dana pembelian obligasi tersebut sebesar US$ 20 miliar (Rp 290 trilun) per bulan. Investasi ini untuk mempertahankan komposisi kepemilikan surat berharganya. Selain itu juga untuk menjaga stabilitas suku bunga pinjaman jangka panjang di pasar.

Pasar keuangan AS pada tahun lalu sempat bergejolak. Pada Desember 2018 pasar sahamnya anjlok 9%. Angka ini merupakan penurunan terdalam sejak resesi besar 1929-1939.

Presiden Donald Trump lalu meminta bank sentral berhenti menaikkan suku bunga. Harga saham kembali naik setelah The Fed mempertahankannya suku bunga acuan pada Januari 2019.

Berdasarkan grafik Databoks, suku bunga acuan AS tak berubah sejak November tahun lalu.

Halaman: