Hingga saat ini Indonesia belum memiliki cadangan penyangga energi nasional. Hanya ada cadangan operasional PT Pertamina sebanyak 22 hari untuk BBM dan 12 hari untuk LPG.

Selanjutnya, pemerintah akan meminta Pertamina dan badan usaha lainnya untuk memiliki cadangan operasional 30 hari. Untuk tempat penyimpanan BBM, disarankan menyewa tangki-tangki milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas yang tidak digunakan.

Saat ini PT Pertamina (Persero) dan PT Adaro Energy Tbk., sedang melakukan kerjasama strategis dalam mengoptimalisasikan infrastruktur BBM. Pertamina akan menggunakan aset penyimpanan (tangki timbun) milik Adaro, untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan Saat ini Adaro memiliki fasilitas penyimpanan (storage) berkapasitas 72.000 kiloliter (KL) per hari. Penggunaan aset milik Adaro sangat penting untuk meningkatkan cadangan operasional minyak dari 18 hari menjadi 30 hari.

"Ini juga jadi satu langkah diharapkan menteri. Meningkatkan cadangan dari 18 hari menjadi 30 harian," kata dia.

Halaman:
Reporter: Redaksi