Inflasi Tinggi, Eropa, Australia hingga Malaysia Naikkan Suku Bunga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Ilustrasi.
Penulis: Abdul Azis Said
9/9/2022, 09.33 WIB

RBA memberi sinyal masih akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya untuk memerangi inflasi. Pasar condong ke arah ekspektasi bahwa suku bunga kembali naik 50 bps pada pertemuan bulan depan.

Proyeksi kenaikan bulan depan seiring inflasi yang masih berjalan pada level tertingginya dalam 21 tahun yakni 6,1% dan diperkirakan mencapai puncaknya 7% pada Desember.

"Stabilitas harga adalah prasyarat untuk ekonomi yang kuat dan periode ketenagakerjaan penuh yang berkelanjutan," kata Gubernur RBA Philip Lowe dalam pernyataannya.

Selain itu, bank sentral Malaysia (BNM) juga mengumumkan kenaikan suku bunga kemarin. BNM telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga Overnight Policy Rate (OPR) sebesar 25 bps menjadi 2,5% untuk ketiga kalinya berturut-turut.

BNM menjadi salah satu bank sentral di kawasan yang paling agresif, selain Singapura dan Filipina. Kenaikan bunga ini bertujuan untuk memerangi inflasi yang terus naik. Inflasi periode Juli tercatat 4,4% secara tahunan.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said