Risiko Penularan Covid-19 Rendah, Masyarakat Tetap Perlu Waspada

Image title
18 Desember 2021, 06:30
Warga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Tanah Tinggi, di Kota Tangerang, Banten, Senin (22/11/2021).
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Warga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Tanah Tinggi, di Kota Tangerang, Banten, Senin (22/11/2021).

Indonesia masuk dalam satu dari 42 negara yang berada dalam kategori risiko penularan Covid-19 level 1. Hal ini dikemukakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam rekomendasi tujuan perjalanan berdasarkan tingkat risiko Covid-19.

Di dalam rekomendasi tersebut, CDC membagi lima level risiko, yaitu level empat hingga satu dan level tidak diketahui. Indonesia masuk dalam level satu atau kategori rendah sehingga dimungkikan perjalanan luar negeri ke Tanah Air asalkan sudah vaksinasi lengkap sebelum pergi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, rekomendasi CDC menjadi kabar baik bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Hal ini menandakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia berada pada jalur tepat.

“Penanganan pandemi Covid-19 terus menunjukkan kemajuan yang semakin membaik,” tutur Nadia dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. 

Namun meskipun berada pada kategori risiko rendah, Kemenkes mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M mengingat situasi pandemi begitu dinamis sehingga semua pihak tetap harus waspada. 

Selain memantau Perkembangan di lapangan, pemerintah juga mengimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kondisi terkini. Terlebih, tutur Nadia, mobilitas dan interaksi orang saat ini semakin tinggi, disertai munculnya varian-varian baru. 

Kewaspadaan dapat diterjemahkan menjadi sejumlah upaya strategis. Pertama, memastikan protokol kesehatan selalu diterapkan meskipun sudah divaksinasi. Kedua, upaya penemuan kasus yang dilanjutkan dengan pemeriksaan jenis varian. 

Ketiga, perkuat pelacakan kontak dan investigasi kasus-kasus yang berkelompok (atau klaster). Keempat, meningkatkan serta mempercepat cakupan vaksinasi.

''Jika ada peningkatan kasus yang tidak biasa, kluster-kluster besar, atau peningkatan kasus pada orang yang telah divaksinasi atau peningkatan keparahan pada pasien Covid-19, ini dapat menjadi penanda awal adanya risiko varian-varian baru virus Covid-19,'' kata Nadia.

Khusus untuk vaksinasi, ia mengutarakan, laju penyuntikan vaksinasi harian sekarang ini harus ditingkatkan mengingat hari efektif pelayanan vaksinasi di bulan Desember lebih sedikit. Pasalnya, target capaian vaksinasi dosis pertama per akhir tahun ini sebesar 80 persen dan dosis lengkap sebesar 60 persen.

Adapun, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah antisipasi atas risiko lonjakan penularan Covid-19 selama periode libur Natal dan tahun baru 2022 (Nataru). 

Terdapat beberapa upaya yang dijalankan terkait aksi deteksi penyebaran virus corona, yaitu memperkuat testing, tracing dan karantina/isolasi; manajemen klinis termasuk potensi obat baru; serta persiapan kapasitas rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lain.

Perubahan perilaku dengan penguatan prokes berbasis teknologi informasi PeduliLindungi juga terus diberlakukan. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan untuk penguatan sistem kesehatan.

“Situasi (pandemi) yang membaik ini harus dipertahankan. Laju kasus harus terus ditekan. Memastikan mobilitas tidak meningkat secara tajam agar laju penularan juga tidak meningkat,” kata Nadia.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait