Analisis | Berkah Elektabilitas Setelah Banyak Berkicau di Twitter - Analisis Data Katadata
ANALISIS

Berkah Elektabilitas Setelah Banyak Berkicau di Twitter

Foto: Joshua Siringo-ringo/ Ilustrasi/ Katadata
Menjelang tahun politik 2024, para politisi semakin aktif di media sosial Twitter. Aktivitas dan pelibatan di platform ini ternyata berkorelasi positif dengan tingkat elektabilitas dalam berbagai jajak pendapat dan hasil survei.
Dzulfiqar Fathur Rahman
18 Juli 2022, 15.42

Menjelang pemilu, politisi semakin aktif menggunakan media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, atau TikTok. Namun seberapa jauh mereka bisa memenangkan hati warganet, yang mungkin berkaitan dengan keberuntungan politik saat pemilu nanti.

Katadata mencoba mengeksplorasi keterkaitan antara aktivitas sejumlah politisi di Twitter dan performa elektabilitas mereka. Kami menggunakan hasil survei calon presiden yang dlakukan lembaga Indikator terhadap 1.220 responden pada 14-19 April 2022.

Dalam sejumlah jajak pendapat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil memimpin dengan pangsa suara sebesar 26,7%. Pangsa suara politisi PDIP tersebut melampaui elektabilitas calon presiden dua kali Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, masing-masing sebesar 23,9% dan 19,4%.

Tingginya tingkat elektabilitas Ganjar berkorelasi dengan aktivitasnya di Twitter. Sejak bergabung pada Januari 2010, dalam sehari rata-rata dia mencuit sebanyak 32 kali. Dalam satu bulan sebelum survei, dia memperoleh kira-kira 554 reaksi per cuitan.

Scatter plot yang menunjukkan pangsa suara 15 politisi dalam jajak pendapat
 terkait calon presiden pada sumbu y. Plot ini juga menunjukkan rata-rata twit per hari
 pada sumbu x dan reaksi (retwit dan favorit) per twit sebagai pengkodean ukuran.

Kami menemukan bahwa rata-rata cuitan per hari dan reaksi per twit dapat menjelaskan sebagian besar variasi dalam pangsa suara para politisi—yang aktif menggunakan Twitter setidaknya setahun terakhir—dalam jajak pendapat. Reaksi, yang terdiri dari retwit dan favorit, merupakan indikator pelibatan (engagement) mereka di platform ini.

Hubungan antara aktivitas politisi di media sosial dan performanya dalam jajak pendapat sejalan dengan tren bahwa semakin banyak penduduk yang mengakses internet dari tahun ke tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hampir semua rumah tangga yang mengakses internet bertujuan untuk berselancar di media sosial.

Dalam jajak pendapat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperoleh 3,5% pangsa suara, menempatkannya di posisi keempat. Model kami memperkirakan bahwa pangsa suara ini lebih rendah 1,87 poin persentase dari yang diharapkan, setelah mempertimbangkan aktivitas dan pelibatan mantan Walikota Bandung ini di Twitter.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mungkin menikmati pangsa suara yang lebih besar 1,45 poin persentase dari yang diharapkan.

Pemilihan umum berikutnya kurang dari dua tahun lagi. Para ketua umum partai politik juga mulai mengunjungi satu sama lain dan para politisi yang namanya masuk dalam jajak pendapat. Sejumlah politisi juga telah membentuk koalisi antarpartai.

Namun, mayoritas politisi tidak menunjukkan tren peningkatan aktivitas serupa di Twitter dalam empat bulan terakhir.

Small multiple grafik garis yang menunjukkan jumlah twit baru harian 12 politisi
 yang terlibat dalam jajak pendapat pada periode 3 Maret-13 Juli 2022

Muhaimin Iskandar, yang merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terlihat semakin aktif terutama dalam dua bulan terakhir. Kicauan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini di Twitter terakhir memuncak pada akhir Juni, ketika partainya menggelar acara yang dihadiri ribuan kader di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, Muhaimin yang kini ingin lebih dikenal sebagai Gus AMI tersebut, menyatakan bahwa dia siap untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum mendatang. Namun, dia hanya memperoleh 0,5% pangsa suara dalam jajak pendapat.

Anggota DPR Ahmad Syaikhu, yang memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kembali aktif di Twitter pada Juni setelah jeda singkat. Salah satu rangkaian kicauannya pada bulan Juni mengumumkan kunjungannya ke kantor pusat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Ketua DPR Puan Maharani juga lebih sering membuat twit baru dari hari ke hari dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan politisi-politisi lain. Walaupun telah terlibat dalam politik sejak lama, putri Presiden ke-5 ini baru memiliki akun Twitter pada 7 Juli 2021.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa juga baru bergabung ke Twitter pada 3 Maret 2020.

Sementara itu, rata-rata usia akun Twitter para politisi yang terlibat dalam jajak pendapat mencapai hampir 10 tahun. Sejumlah politisi telah menggunakan platform ini lebih dari 12 tahun.

Grafik batang yang menunjukkan usia akun Twitter 18 politisi yang terlibat dalam
 jajak pendapat

Mengingat Puan baru bergabung ke Twitter, keaktifannya mendorong rata-rata kicauan per harinya ke level yang lebih tinggi dari Anies. Namun, politisi PDIP ini masih tertinggal di belakang politisi-politisi lain dalam jajak pendapat.

Walaupun perkiraannya signifikan secara statistik, model kami hanya satu bagian kecil dari gambaran yang lebih besar. Ada faktor-faktor lain yang memengaruhi dan mengusutkan hubungan antara aktivitas politisi di Twitter dan performanya dalam jajak pendapat.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyusul Ganjar di posisi kedua dengan margin yang relatif ketat dalam jajak pendapat. Walaupun terakhir menulis twit pada April 2021, Prabowo tetap menikmati pangsa suara yang besar.

Berbeda dengan politisi-politisi lain, Prabowo, yang juga memimpin Partai Gerindra, telah mencalonkan diri sebagai presiden dalam dua pemilihan umum terakhir pada tahun 2014 dan 2019.

Sejauh ini, jajak pendapat menunjukkan pacuan yang ketat antara Ganjar, Anies dan Prabowo. Namun, hanya Ganjar dan Anies yang menikmati tren peningkatan pangsa suara yang menjanjikan sejak akhir tahun 2021.

Editor: Aria W. Yudhistira