Advertisement
Analisis | Bagaimana Pajak Orang Superkaya Bisa Mengatasi Ketimpangan? - Analisis Data Katadata
ANALISIS

Bagaimana Pajak Orang Superkaya Bisa Mengatasi Ketimpangan?

Foto: Joshua Siringo ringo/ Ilustrasi/ Katadata
Harta orang-orang superkaya di Indonesia terus meningkat. Forbes mencatat total kekayaan 50 orang terkaya mencapai US$180 miliar atau sekitar 15% dari PDB republik ini pada 2021. Di sisi lain tingkat kemiskinan justru bertambah. Pemerintah berupaya menyeimbangkan ketidakmerataan ekonomi dengan menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) orang-orang superkaya menjadi 35%.
Vika Azkiya Dihni
24 Januari 2023, 13.15

Saban tahun Forbes, media ekonomi asal Amerika Serikat, merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, nama-nama yang berada dalam daftar tersebut relatif tidak mengalami perubahan. Namun total kekayaan mereka terus mengalami peningkatan.

Pada 2022, kumulatif kekayaan 50 orang orang tersebut mencapai US$180 miliar atau sekitar Rp2.795,7 triliun (kurs Rp15.000/ US$). Total kekayaan ini naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Jika dibandingkan dengan nilai perekonomian Indonesia, total kekayaan ke-50 orang tersebut setara 15% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2021. Pada periode itu, PDB Indonesia mencapai US$1,19 triliun atau sekitar Rp18.384 triliun. 

Beragam bisnis yang menjadi sumber kekayaan mereka. Mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, properti, hingga perbankan. Bidang usaha yang dominan adalah batu bara. Sebanyak 12 konglomerat yang bergerak di bidang ini masuk dalam daftar pada 2022. 

Misalnya, Low Tuck Kwong, pemilik saham Bayan Resources perusahaan pertambangan batu bara. Kekayaannya melonjak hampir lima kali lipat menjadi US$12,1 miliar seiring kenaikan harga batu bara global. Kenaikan tersebut turut mengerek harga saham Bayan Resources sekaligus dirinya. 

(Baca juga: Potret Kekayaan Konglomerat, Pejabat, dan Masyarakat Indonesia)

Low Tuck Kwong adalah pendatang baru dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia pada 2022.  Dalam satu dekade terakhir, kekayaannya tidak pernah masuk dalam daftar 10 besar. Pada 2021, Low Tuck Kwong masih berada di posisi ke-18. 

Berkat kenaikan harga batu bara, dia menyalip ke posisi kedua dalam daftar versi Forbes. Kekayaan pria kelahiran Singapura 74 tahun lalu tersebut menggeser keluarga Eka Tjipta Widjaja yang selama ini berada di posisi kedua. 

Meskipun tersalip, kekayaan keluarga Widjaja tetap tumbuh menjadi US$10,8 miliar pada 2022. Widjaja adalah pendiri Sinar Mas, yakni perusahaan yang bergerak di bisnis pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, layanan keuangan, pengembang dan real estate, telekomunikasi, energi dan infrastruktur, serta layanan kesehatan.

Pendatang baru lain di jajaran 10 orang terkaya Indonesia adalah pemilik toko serba ada Alfamart, Djoko Susanto. Kekayaannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$4,1 miliar pada 2022. Sama seperti Low Tuck Kwong, Susanto pun masuk dalam 10 besar untuk pertama kalinya.

Di posisi puncak tetap dipegang kakak beradik Budi dan Michael Hartono. Mereka adalah pemilik Grup Djarum, yang meliputi pabrik rokok Djarum, produk elektronik Polytron, dan Bank BCA. Kekayaan keduanya tercatat sebesar US$47,7 miliar. Mereka berada di posisi teratas sejak 2013.

Ketimpangan dan Pajak 

Besarnya porsi kekayaan para konglomerat terhadap PDB mengindikasikan masih tingginya ketimpangan di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 26,4 juta orang per September 2022. Jumlah ini setara 9,57% dari total 275,77 juta penduduk Indonesia. 

Rasio gini yang merupakan indikator tingkat ketimpangan pengeluaran, juga masih relatif tinggi. Per September 2022 angkanya masih sebesar 0,381 poin sama dengan posisi tahun sebelumnya. 

Salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan dilakukan dengan instrumen pajak. Mulai 1 Januari 2023, pemerintah menaikkan tarif maksimal pajak penghasilan (PPh) orang pribadi dari 30% menjadi 35%. 

Nantinya orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas Rp5 miliar akan dikenakan pajak 35%. Ditjen Pajak mencatat, terdapat 1.119 orang di Indonesia yang memiliki penghasilan di atas Rp5 miliar pada 2022. Pemerintah optimistis peningkatan tarif pajak dapat mengikis ketimpangan sosial. 

“Dalam UU sebelumnya, orang super kaya di Indonesia menanggung beban pajak sama dengan mereka yang memiliki penghasilan di atas Rp 500 juta setahun, yaitu dikenakan tarif pajak 30% saja,” tulis Direktorat Jenderal Pajak melalui akun Twitter resminya pada 5 Januari 2023.

Infografik_Simulasi Perhitungan Tarif PPh 2023
(Katadata/ Amosella)

Ditjen Pajak menyebutkan selama ini kontribusi PPh orang pribadi masih kecil. Untuk PPh orang pribadi karyawan (PPh21) sebesar 24%, sedangkan PPh orang pribadi non-karyawan sebesar 2%. 

Begitu pula dengan tingkat kepatuhannya. Rasio kepatuhan formal PPh orang pribadi non-karyawan tercatat turun dari 61,5% pada 2017 menjadi 45,5% pada 2022. Sedangkan rasio kepatuhan PPh orang pribadi karyawan lebih besar yaitu 98,7% pada 2021. Rasionya naik dari tahun 2017 yang hanya 74,9%.

Editor: Aria W. Yudhistira